KABAR DAERAH
Istimewa
Blora-Mediaindonesianews.com: Sebanyak 18 mahasiswa Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas Cepu resmi menerima ijazah kelulusan yang diserahkan langsung oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, dalam seremoni simbolis di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa (22/7). Hal tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mencetak generasi muda unggul di sektor energi dan mineral.
Para lulusan tersebut merupakan penerima beasiswa hasil kerja sama Pemkab Blora dengan PEM Akamigas, yang diinisiasi melalui program unggulan “Satu Desa Dua Sarjana”. Program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang tinggal di desa-desa.
“Peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utama dalam visi pembangunan daerah kami. Alhamdulillah, 18 mahasiswa ini telah lulus dengan baik. Sepuluh di antaranya dibiayai melalui Baznas Blora dan delapan lainnya melalui Dinas Sosial P3A, semuanya bersumber dari APBD,” kata Bupati Arief Rohman.
Bupati yang akrab disapa Mas Arief itu mengapresiasi perjuangan para mahasiswa dan menekankan pentingnya kontribusi ke depan.
“Kalian adalah aset berharga bagi daerah. Jangan berhenti di sini. Teruslah belajar dan berkontribusi untuk masyarakat. Jadilah teladan di desa kalian masing-masing,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sektor energi dan mineral merupakan salah satu tulang punggung pembangunan nasional, dan lulusan PEM Akamigas berperan strategis dalam pengembangan sektor ini.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PEM Akamigas Cepu, Dr. Erdila Indriani, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terbangun.
“Kerja sama ini bukan hanya mencetak lulusan berkualitas, tapi juga memberi dampak sosial yang besar. Kami berharap sinergi ini bisa terus berjalan dan menghasilkan lebih banyak SDM unggul dari Blora,” ungkapnya.
Salah satu wisudawan, Teguh Rahayu, asal Desa Sarirejo, Kecamatan Bogorejo, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Blora. Tanpa bantuan ini, saya mungkin tidak bisa menyelesaikan kuliah. Semoga semakin banyak anak-anak desa bisa meraih pendidikan tinggi dan membangun Blora ke depan,” ujarnya.
Pemkab Blora menegaskan bahwa program “Satu Desa Dua Sarjana” akan terus diperluas sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan daerah berbasis SDM. (andiZ)