KABAR DAERAH
istimewa
Denpasar-Mediaindonesianews.com: Puluhan warga dari tiga banjar adat di Desa Adat Selat, Kabupaten Bangli, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Selasa (22/7). Mereka menuntut klarifikasi dan solusi atas polemik pelantikan Bendesa Adat yang dinilai sarat kejanggalan dan tidak transparan.
Aksi ini dipicu oleh beredarnya video percakapan telepon yang memicu keresahan di kalangan warga. Massa aksi yang terdiri dari warga Banjar Adat Selat Kaja Kauh, Banjar Tengah, dan Banjar Kelod menuntut pelibatan seluruh elemen desa adat dalam proses pengambilan keputusan.
Salah satu tokoh adat, I Ketut Ngenteg alias Bento, menyatakan bahwa pihaknya mendesak MDA Bali, khususnya Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, untuk turun langsung ke lapangan.
"Kami ingin beliau melihat sendiri situasi di Desa Adat Selat dan mendengar suara masyarakat," ujar Bento.
Bento juga mempertanyakan pembatasan jumlah peserta audiensi. Dari sekitar 50 orang yang hadir, hanya 10 perwakilan yang diperbolehkan masuk ke ruang pertemuan.
"Mengapa Bendesa yang disengketakan, I Ketut Pradnya, justru bisa masuk dengan bebas?" tegasnya.
Sementara itu, I Dewa Rai Asmara menyarankan warga untuk menempuh jalur peparuman adat secara resmi dan berkoordinasi dengan Polres Bangli terkait langkah selanjutnya.
Aksi ini dikawal ketat oleh puluhan personel kepolisian dari Polres Bangli dan Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak MDA Bali terkait tuntutan warga. (JroBudi)