MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

17 Juli 2025,    23:29 WIB

Atasi Serangan Hama dan Keasaman Tanah, DP4 Blora Terapkan Budaya Kerja C3


AndiZ

Atasi Serangan Hama dan Keasaman Tanah, DP4 Blora Terapkan Budaya Kerja C3

istimewa

Blora-Mediaindonesianews.com: Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sektor pertanian yang tangguh dan responsif melalui penerapan budaya kerja C3: Cepat Tanggap, Cepat Tindak, dan Cepat Lapor. Paradigma baru ini telah menjadi protokol tetap dan semangat kerja wajib bagi seluruh petugas dinas untuk memberikan pelayanan prima kepada petani.

Atasi Serangan Hama dan Keasaman Tanah, DP4 Blora Terapkan Budaya Kerja C3

Kepala DP4 Blora, Ngaliman, SP., MMA, menegaskan bahwa prinsip C3 merupakan "harga mati" yang tidak bisa ditawar dalam setiap penanganan di lapangan.

“Budaya C3 tersebut merupakan protap dan harga mati bagi suksesnya petugas dalam setiap menjalankan tugas,” ujarnya, Kamis (17/7).

Komitmen itu dibuktikan saat DP4 merespons cepat laporan dari Kelompok Tani Makarti Mulyo di Dukuh Boto, Desa Sendangwungu, Kecamatan Banjarejo, terkait pertumbuhan tanaman yang tidak normal akibat tingkat keasaman tanah yang sangat rendah (pH 3,5).

Tim langsung bergerak cepat melakukan pengecekan ke lokasi pada Selasa (15/7). Hasil investigasi bersama Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit (LPHP) Kabupaten Pati menunjukkan bahwa gangguan pertumbuhan disebabkan oleh serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), yakni penggerek batang padi dan wereng batang coklat dalam kategori serangan ringan hingga sedang. Ditemukan populasi penggerek batang sebesar 0,4 KT/m² dan wereng batang coklat sebanyak 0,43 ekor per rumpun.

Gerakan pengendalian langsung dilakukan dengan menggunakan insektisida berbahan aktif dimehipo (Spontan 400 SL) dan imidakloprit (Abuki 50 SL) di area seluas 4 hektare. Aksi ini melibatkan koordinator BPP Kecamatan Banjarejo, petugas penyuluh lapangan (PPL), petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), serta para anggota kelompok tani.

Ketua Kelompok Tani Makarti Mulyo, Dedy Budiarto, mengapresiasi langkah cepat dan sinergis tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas respon cepat dari dinas terkait. Semoga langkah ini berdampak positif dalam pengendalian OPT,” ujarnya.

Di samping penanganan hama, para petani juga berharap solusi terhadap masalah keasaman tanah ekstrem. Harapan itu dijawab oleh Joko Riyadi, produsen pupuk organik berbasis teknologi nano yang kini berdomisili di Bali. Ia menyatakan kesiapannya menjalin kemitraan mutualistik dengan kelompok tani Blora.

Joko mengklaim bahwa pupuk organik produksinya mampu menetralisir keasaman tanah sekaligus meningkatkan produktivitas pangan. Produk tersebut mengandung pengurai residu kimia, unsur hara makro dan mikro, humus, serta mikroba premium, dan telah diuji coba di berbagai wilayah Indonesia.

Langkah cepat dan kolaboratif yang ditempuh DP4 Blora menjadi contoh nyata bagaimana sistem birokrasi dapat bersinergi dengan komunitas tani dan teknologi untuk menjawab tantangan pertanian masa kini. Dengan budaya kerja C3, harapan akan pertanian yang sehat, produktif, dan berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil. (andiZ)