MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

17 Juli 2025,    10:17 WIB

Haul Sunan Pojok 2025: Blora Bangkitkan Spirit Dakwah dan Sejarah Mataram Islam


AndiZ

Haul Sunan Pojok 2025: Blora Bangkitkan Spirit Dakwah dan Sejarah Mataram Islam

Istimewa

Blora-Mediaindonesianews.com: Kabupaten Blora kembali menggelar Haul Sunan Pojok, sebuah agenda tahunan bernuansa religi dan sejarah yang berlangsung mulai 6 hingga 22 Juli 2025. Acara ini menjadi ajang penghormatan kepada sosok Sunan Pojok—ulama sekaligus panglima perang Kesultanan Mataram Islam yang berjasa dalam penyebaran Islam di Blora.

Haul Sunan Pojok 2025: Blora Bangkitkan Spirit Dakwah dan Sejarah Mataram Islam

Kegiatan ini dipusatkan di kompleks makam Sunan Pojok, tepatnya di selatan Masjid Agung Baitunnur, Blora. Selain sebagai media doa bersama, haul ini juga dijadikan momen edukasi sejarah dan spiritualitas bagi generasi muda.

“Saya merasa beruntung bisa berdoa langsung di makam beliau. Ini bentuk penghormatan kami kepada sosok yang berjasa besar dalam sejarah Blora,” ungkap M. Maiza Al Ansori, pelajar SMK Muhammadiyah Kunduran, Kamis (17/7).

Serangkaian acara dimulai dengan Selapanan MDS Rijalul Ansor Blora pada 6 Juli 2025, diisi pembacaan Rotib Al-Athos dan pengajian kitab Sullamuttaufiq oleh KH Subhan Masyhuri dari Mojowetan. Ritual khidmat lainnya digelar pada 21 Juli berupa Khotmil Qur’an Binnadri dan prosesi Buka Kelambu Makam, serta doa bersama KH Muhtadi Nur.

Puncak haul jatuh pada Selasa, 22 Juli 2025, diawali pagi hari dengan Khotmil Qur’an bil Hifdzi oleh KH Muharror Ali, dilanjutkan Tahlil Umum serta doa khatam Al-Qur’an oleh KH Abdul Qoyyum Mansur dari Lasem. Malam harinya, ribuan warga diperkirakan menghadiri Pengajian Umum dan Blora Bersholawat di Alun-alun Blora bersama KH Agus Ali Masyhuri (Sidoarjo) dan Habib Baghir Al Khirid (Grobogan), diiringi grup hadrah Rijalul Ansor Tunjungan.

Tak hanya sisi religi, kegiatan ini turut membangkitkan ekonomi kerakyatan lewat bazar UMKM yang berlangsung 20–22 Juli di sekitar makam dan Alun-alun Blora Selatan.

Seperti diketahui, Sunan Pojok, yang bernama asli Abdurrohim, dikenal sebagai panglima kepercayaan Sultan Agung Hanyokrokusumo. Ia tercatat memimpin pasukan Mataram dalam ekspedisi ke Batavia melawan VOC pada 26 November 1626—sebuah kemenangan langka dalam sejarah perlawanan Jawa terhadap kolonialisme.

Setelah mengalami sakit sepulang dari misi pemadaman pemberontakan di Tuban, ia memilih menetap dan wafat di Blora. Putranya, RM Sumodito, yang menjadi Bupati Blora pertama, memindahkan makam ayahnya ke lokasi kini, berdampingan dengan Masjid Agung Baitunnur yang juga didirikan oleh sang wali.

Meski bergelar Adipati Sedah, Sunan Pojok melepaskan jabatan duniawi demi mengabdi pada dakwah Islam. Ia membina masyarakat dengan pendekatan budaya dan kearifan lokal, menjadikannya sosok yang dicintai rakyat hingga kini.

Haul Sunan Pojok 2025 menjadi ruang kontemplasi kolektif masyarakat Blora untuk menggali kembali semangat keislaman, nasionalisme, dan keteladanan moral dari sejarah lokal. Selain sebagai warisan religi, acara ini mengukuhkan peran sejarah lokal dalam membentuk karakter bangsa. (andiZ)