MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

15 Juli 2025,    15:09 WIB

Tangis Haru Warnai Hari Pertama Sekolah Rakyat Blora


AndiZ

Tangis Haru Warnai Hari Pertama Sekolah Rakyat Blora

Istimewa

Blora-Mediaindonesianews.com: Puluhan siswa dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Blora semangat dan antusias menempati asrama serta mengikuti rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di hari pertama masuk Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora, Senin (14/7).

Tangis Haru Warnai Hari Pertama Sekolah Rakyat Blora

Dari keterangan Kepala SRMA 18 Blora, Tri Yuli Setyoningrum, menjelaskan bahwa kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan siswa melakukan registrasi dan pembagian kamar asrama.

“Setelah itu, anak-anak menjalani pemeriksaan kesehatan dari Dinas Kesehatan Daerah, dilanjutkan tes kebugaran berupa lari sejauh 1.600 meter di Lapangan Tuk Buntung,” katanya.

Lebih lanjut Tri Yuli menjelaskan bahwa, selama MPLS, para orang tua masih diperbolehkan menjenguk anak-anak mereka di luar jam pembelajaran.

“Kami memahami ini masih masa transisi. Ketika libur semester, anak-anak boleh pulang. Bahkan, transportasi akan difasilitasi oleh sekolah,” ujarnya.

Menurut Tri Yuli, meski fasilitas asrama dinilai sudah lengkap, beberapa perlengkapan pribadi seperti seragam, laptop, dan perlengkapan sekolah lainnya masih dalam proses pengadaan dari 37 titik distribusi.

“Kami pastikan, keterlambatan ini tidak akan mengganggu proses pembelajaran,” jelasnya.

Terlihat di tengah keceriaan siswa, tampak beberapa orang tua tak kuasa menahan tangis saat melepas anak-anak mereka. Salah satunya Eni Purwati, warga Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo.

“Saya bangga dan bersyukur anak saya bisa sekolah di sini. Program ini sangat membantu kami yang kurang mampu,” ungkapnya terisak.

Eni mengetahui informasi pendaftaran SRMA dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Ia membekali anaknya dengan pakaian dan sedikit uang saku.

“Sebagai ibu rumah tangga, dengan suami hanya petani, saya merasa sangat terbantu dengan sekolah gratis ini. Saya akan rutin menjenguk saat hari libur,” tambahnya.

Senada, Sulastri, warga Desa Ketuwan, Kecamatan Kedungtuban, juga turut melepas anak lelakinya untuk tinggal di asrama.

“Ini demi kebaikan anak. Semoga dia bisa lebih mandiri, pintar, dan melanjutkan hingga ke jenjang perguruan tinggi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, SRMA 18 Blora menampung 50 siswa dari keluarga kurang mampu, terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 33 siswa perempuan yang berasal dari 11 kecamatan di Blora, dengan jarak tempuh yang beragam—terjauh dari Desa Wukursari, Kecamatan Todanan, dan terdekat dari Kecamatan Cepu.

Program tersebut dinilai sebagai solusi konkret menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat miskin dan marginal. Dengan dimulainya kegiatan di SRMA 18, Kabupaten Blora menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan kesetaraan pendidikan. Harapan-harapan baru tumbuh di balik tangis haru para orang tua, menyertai langkah awal anak-anak menuju masa depan yang lebih cerah.

Di hari pertama masuk para siswa juga berkesempatan mengikuti sesi virtual (Zoom) bersama Menteri Sosial, Menteri Pendidikan, dan Menteri Kesehatan. Ini menjadi bagian dari penguatan nilai-nilai kebangsaan, kesehatan, dan pendidikan karakter sejak awal pembelajaran. (andiZ)