MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

10 Juli 2025,    23:58 WIB

Dinporabudpar Blora Revitalisasi Kethoprak Lewat Penataran Seniman Tradisional


AndiZ

Dinporabudpar Blora Revitalisasi Kethoprak Lewat Penataran Seniman Tradisional

Istimewa

Blora-Mediaindonesianews.com: Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) menggelar penataran khusus bagi para pelaku seni kethoprak, sebagai langkah strategis dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal yang mulai tergerus zaman.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kelompok seni kethoprak dari wilayah Blora dan sekitarnya. Dalam sambutannya, Sekretaris Dinporabudpar Blora, Mustakim, menegaskan bahwa penataran ini bukan hanya bentuk pelatihan teknis seni pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk membangun kembali identitas budaya masyarakat Blora melalui kesenian tradisional.

“Penataran ini menjadi bagian dari ikhtiar kami untuk melestarikan kethoprak sebagai warisan budaya lokal yang sarat nilai moral dan kearifan. Kami ingin kualitas pertunjukan meningkat, regenerasi seniman berjalan, dan kethoprak mampu menjadi media edukatif serta daya tarik wisata,” ujar Mustakim, Kamis (10/7)

Lebih lanjut, Mustakim menekankan bahwa kethoprak bukan sekadar tontonan hiburan, tetapi juga tuntunan yang memuat pesan-pesan kehidupan, pendidikan karakter, serta pelestarian bahasa dan budi pekerti Jawa. Ia berharap generasi muda tidak hanya menonton, tetapi juga terlibat aktif dalam menjaga dan mengembangkan seni tradisi ini.

Penataran tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang seni dan budaya, antara lain Dalhar Muhammadun, Ketua Dewan Kebudayaan Blora (DKB), yang membahas kelembagaan kelompok seni, serta Gatot Pranoto, ST, praktisi seni dan pemerhati sejarah Blora, yang mengupas dinamika lakon kethoprak. Tak ketinggalan, Setyo Pujiono, S.Sn., memberikan materi tentang estetika seni pertunjukan tradisional.

Gatot Pranoto dalam sesinya memberikan apresiasi terhadap inisiatif Dinporabudpar. Ia menyebut penataran ini sebagai langkah penting dalam memberikan semangat baru bagi para seniman lokal.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi upaya merawat semangat kolektif para pegiat kethoprak agar tetap relevan di tengah era digital,” ujar Gatot.

Ia juga menyoroti pentingnya revitalisasi cerita-cerita klasik, seperti lakon Aryo Penangsang, agar dikemas ulang dengan pendekatan yang lebih segar tanpa meninggalkan esensi nilai budaya. Tujuannya agar pertunjukan kethoprak dapat diterima lintas generasi dan menjangkau kalangan penonton yang lebih luas.

“Kalau dikemas lebih kontekstual dengan tetap menjunjung nilai budaya, saya yakin kethoprak bisa kembali populer dan dicintai banyak kalangan,” tandas Gatot.

Langkah Dinporabudpar Blora ini menjadi sinyal kuat bahwa pelestarian budaya bukan hanya soal menjaga tradisi, tetapi juga bagaimana mengemasnya dengan cara yang adaptif agar tetap hidup di tengah masyarakat modern. Penataran ini pun menjadi awal dari harapan baru bagi seni kethoprak Blora untuk tidak hanya bertahan, tetapi berkembang dan menginspirasi. (andiZ)