MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

09 Juli 2025,    18:58 WIB

Pemkab Blora Uji Coba E-Parkir di Pasar Sido Makmur


AndiZ

Pemkab Blora Uji Coba E-Parkir di Pasar Sido Makmur

Istimewa

Blora-Mediaindonesianews.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melangkah serius dalam transformasi digital sektor layanan publik. Salah satu gebrakan terbarunya adalah peluncuran uji coba sistem parkir Elektronik (E-Parkir) di Pasar Rakyat Sido Makmur, inovasi ini ditujukan untuk mendorong akuntabilitas retribusi, mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta mengerek Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.

Pemkab Blora Uji Coba E-Parkir di Pasar Sido Makmur

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DindagkopUKM) Blora, Kiswoyo, SH., M.Si., menyebutkan bahwa peluncuran ini merupakan buah dari proses panjang yang dimulai sejak 2019.

“Alhamdulillah, hari ini kita memulai uji coba E-Parkir di Pasar Sido Makmur. Ini langkah strategis menuju tata kelola yang lebih efisien, transparan, dan digital,” ujarnya, Rabu (9/7).

Lebih lanjut Kiswoyo menjelaskan bahwa, uji coba dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (11/7/2025) pukul 15.00 WIB, dengan penekanan pada proses sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat serta para pelaku usaha di pasar.

“Selama dua hari ini kita ingin memastikan warga memahami cara kerja sistem dan mulai beradaptasi,” jelasnya.

Menurutnya, mekanisme pembayaran parkir akan berubah secara bertahap. Pada bulan pertama, porsi transaksi tunai masih dominan yakni 70%, sementara 30% sisanya dilakukan secara digital atau cashless. Dalam tiga bulan berikutnya, proporsi itu akan terus dikurangi hingga ditargetkan 100% transaksi nontunai tercapai pada bulan keempat.

“Kami tidak memaksakan masyarakat untuk langsung berubah, tapi kami siapkan tahapannya. Target akhirnya adalah sistem full cashless yang lebih efisien dan meminimalkan potensi kebocoran,” katanya.

Transformasi digital ini bukan hanya soal pelayanan, tetapi juga berdampak langsung pada sektor ekonomi daerah. Pemkab Blora menargetkan kontrak pengelolaan parkir dari skema E-Parkir dapat menghasilkan Rp 1,6 miliar per tahun, naik drastis dibandingkan sebelumnya yang hanya Rp 400 juta per tahun.

Sistem pembayaran yang digunakan akan terintegrasi dengan layanan e-money dari berbagai bank dan langsung terkoneksi secara real-time ke rekening kas daerah. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas pengumpulan retribusi.

Meski mengadopsi sistem digital, Pemkab Blora tetap mempertahankan peran petugas parkir, baik dari kelompok tenaga terampil maupun non-terampil. Sebanyak 30 petugas (13 terampil dan 18 non-terampil) masih akan difungsikan, namun dengan dukungan fasilitas yang lebih layak.

“Meski digital, manusia tetap punya peran. Para petugas ini akan mendapatkan seragam, asuransi, bahkan THR. Kami tidak hanya mengejar sistem modern, tapi juga ingin memperbaiki kualitas kerja dan kesejahteraan mereka,” tegas Kiswoyo.

Jika uji coba ini berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat, sistem E-Parkir akan diperluas ke pasar-pasar lainnya di Blora. Pemkab melihat digitalisasi sebagai fondasi utama untuk membangun tata kelola pasar yang lebih modern, transparan, dan berpihak pada kepentingan publik.

“E-Parkir adalah gerbang awal menuju layanan publik yang adaptif dengan zaman. Kami berharap Blora menjadi contoh bagaimana digitalisasi bisa diterapkan hingga ke tingkat lokal,” pungkasnya.

Langkah ini mempertegas posisi Blora sebagai daerah yang mulai bertransformasi dari praktik konvensional menuju era pelayanan publik berbasis teknologi lebih cepat, lebih bersih, dan lebih berdampak bagi kemajuan daerah. (andiZ)