KABAR DAERAH
Istimewa
Blora-Mediaindonesianews.com: Di tengah tugas menjaga pertahanan negara, Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali membuktikan perannya sebagai pelindung rakyat, tak hanya secara fisik, tetapi juga sosial. Kodim 0721/Blora melalui Koramil 13/Kunduran turun langsung merehabilitasi Panti Asuhan Syifa, sebuah rumah sederhana bagi anak-anak yatim dan kaum dhuafa, yang berlokasi di Dukuh Gapuk, Desa Muraharjo, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Senin (7/7).
Aksi sosial ini digelar dalam bingkai program “Tangan Kasih, Tangan Peduli, TNI Hadir dengan Hati yang Suci”, yang tak hanya menyentuh aspek infrastruktur, tapi juga menyiram harapan bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan. Di sinilah TNI menampilkan wajah humanisnya—menggandeng banyak pihak untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik bagi anak-anak bangsa.
Komandan Kodim 0721/Blora, Letkol Inf Agung Cahyono, S.Sos., M.Han., melalui Danramil 13/Kunduran, Kapten Inf Subeno, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari kepekaan TNI terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus hadir membantu rakyat, mengatasi kesulitan mereka, dan memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat,” ungkap Kapten Subeno.
Rehabilitasi dilakukan secara menyeluruh, meliputi perbaikan dinding bangunan, pengecatan ulang, penggantian pagar, pemasangan banner identitas, hingga pembersihan total lingkungan sekitar panti. Tidak hanya aparat TNI, kegiatan ini juga melibatkan sinergi dengan Polsek Kunduran, pemerintah kecamatan, Banser, dan mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Semangat gotong royong terlihat nyata di lokasi. Penuh semangat, berbagai unsur masyarakat bekerja bahu-membahu dalam merenovasi tempat tinggal anak-anak yang selama ini hidup dalam kondisi serba terbatas.
“Kami bersyukur bisa bekerja sama dengan banyak elemen. Ini bukti bahwa kepedulian sosial masih hidup dan kuat di tengah kita,” tambah Subeno.
Pengasuh Panti Asuhan Syifa, H. Sutrisno, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Menurutnya, kehadiran TNI di tengah-tengah mereka telah membawa perubahan yang nyata, bukan hanya pada fisik bangunan, tetapi juga suasana hati para penghuni panti.
“Anak-anak sangat bahagia. Mereka merasa diperhatikan dan dicintai. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Wajah-wajah polos anak-anak panti kini berseri-seri. Di balik seragam loreng yang tegas, TNI menunjukkan kelembutan hati. Hadir tidak sekadar sebagai penjaga batas negara, tapi juga sebagai pelindung masa depan anak-anak yang masih merangkak mencari arti hidup. (andiZ)