KABAR DAERAH
istimewa
Blora-Mediaindonesianews.com: Ikatan Persaudaraan Alumni SD Jiken Satu (IPARASTU), bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora, memberikan santunan kepada 121 anak yatim dan kaum duafa dalam acara 10 Muharram 1447 Hijriah yang penuh haru dan nilai kemanusiaan di Pendopo Kecamatan Jiken, Minggu (6/7).
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun IPARASTU yang jatuh setiap tanggal 6 Juli. Total dana santunan yang disalurkan mencapai Rp30,25 juta, dengan kontribusi Rp10 juta dari Baznas Blora, dan sisanya berasal dari donasi para anggota serta pengurus IPARASTU.
“Ini bukan hanya bentuk kepedulian, tapi juga cara kami menghidupkan kembali nilai-nilai Islam yang penuh kasih sayang. Anak-anak ini bukan hanya menerima bantuan, tapi juga perhatian dan harapan,” ujar Penasehat IPARASTU, HM Kusnanto, SH.
Peringatan 10 Muharram, atau Hari Asyura, sejak lama dikenal sebagai "Lebaran Anak Yatim" dalam tradisi keislaman Indonesia. Di hari ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebajikan, termasuk menyantuni anak-anak yatim sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.
“Keutamaan menyantuni anak yatim di bulan Muharram bukan hanya menjanjikan pahala akhirat, tapi juga memberikan keberkahan sosial. Ini bagian dari warisan spiritual yang perlu terus dirawat,” kata Kusnanto.
Lebih dari sekadar ritual tahunan, kegiatan ini menjadi ruang penyambung harapan. Para penerima bantuan tampak bahagia, menunjukkan senyum tulus saat menerima santunan senilai Rp250 ribu per anak. Kehangatan itu menjelma sebagai simbol bahwa mereka tak dilupakan oleh masyarakatnya.
IPARASTU juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, yang telah membuka ruang kolaborasi melalui Baznas. Sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah menjadi bukti nyata bahwa keberpihakan terhadap kelompok rentan bisa dibangun secara kolektif dan berkelanjutan.
Hadir dalam acara tersebut Ketua IPARASTU Gunadi beserta jajaran, perwakilan Baznas, tokoh masyarakat, dan puluhan warga Jiken yang ikut menyaksikan langsung proses penyaluran santunan.
Seperti diketahui, Hari Asyura memiliki akar sejarah kuat dalam Islam, termasuk peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS dari kejaran Firaun, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis shahih. Di hari yang suci ini, umat Islam dianjurkan untuk berpuasa dan memperbanyak sedekah sebagai bentuk rasa syukur.
Surah Ad-Dhuha ayat 9 menegaskan larangan menelantarkan anak yatim, menjadikan mereka sebagai bagian penting dalam keadilan sosial Islam. Rasulullah SAW bahkan menjanjikan kedekatan surga dengan orang-orang yang menyayangi dan merawat anak yatim.
Dengan semangat itu, IPARASTU dan Baznas Blora menghadirkan narasi berbeda dari sekadar kegiatan sosial biasa. Mereka membangun kembali jembatan kasih antarumat, membangkitkan makna Muharram sebagai bulan untuk memberi, merawat, dan memanusiakan sesama. (andiZ)