MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

07 Juli 2025,    23:09 WIB

Pemkab Blora Gandeng Santripreneur Gelar Workshop Inovasi Pengolahan Pangan


AndiZ

Pemkab Blora Gandeng Santripreneur Gelar Workshop Inovasi Pengolahan Pangan

Istimewa

Blora-Mediaindonesianews.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, bekerjasama dengan Santripreneur Indonesia menggelar Workshop Inovasi Pengolahan Hasil Pangan, hal ini sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi daerah dan ketahanan pangan nasional.

Pemkab Blora Gandeng Santripreneur Gelar Workshop Inovasi Pengolahan Pangan

Acara yang digelar di pendopo rumah Dinas Bupati tersebut diikuti sedikitnya 100 peserta mulai dari pelajar IPNU, kader GP Ansor, santri, mahasiswa, hingga pelaku UMKM lokal. Mereka mendapatkan pembekalan langsung dari para narasumber ahli, di antaranya K.H. Buchori dari Santripreneur Indonesia dan Mut Hadiyanto dari Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora.

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini, yang disebutnya sebagai bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

“Workshop ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi bagian dari gerakan besar untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan pangan lokal. Kita ingin agar hasil bumi Blora tak lagi hanya dijual dalam bentuk mentah, tapi mampu dikembangkan menjadi produk olahan berkualitas tinggi dan berdaya saing di pasar nasional maupun global,” ujarnya, Minggu (6/7).

Lebih lanjut Bupati menekankan pentingnya sinergi antara kreativitas, teknologi, dan semangat kewirausahaan dalam membangun ekonomi desa dan memperkuat ketahanan pangan. Menurutnya, potensi pertanian Blora seperti jagung, kacang mete, hingga sawo, menyimpan peluang besar untuk dikembangkan dalam bentuk industri pangan berbasis Masyarakat dan berharap workshop ini menjadi momentum strategis, terutama bagi petani milenial dan pelaku UMKM, untuk naik kelas dan memiliki daya saing.

“Kepada seluruh peserta, saya harap kalian tidak hanya menyerap ilmu, tapi menjadikannya sebagai pijakan untuk menciptakan produk-produk inovatif yang mampu memberi dampak nyata bagi ekonomi lokal,” tegasnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari kalangan legislatif. Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKB, Abdullah Aminuddin, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyebut bahwa pelatihan ini sejalan dengan arah kerja Komisi B DPRD Jateng yang membidangi sektor ekonomi dan ketahanan pangan.

“Kami melihat potensi besar di Blora, tapi selama ini hasil-hasil pertanian masih banyak yang keluar dalam bentuk bahan mentah. Ini yang harus diubah. Harus ada nilai tambah, harus ada inovasi,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah pusat saat ini tengah gencar mendorong program ketahanan pangan nasional. Karena itu, kegiatan semacam ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi, tapi bisa melahirkan produk nyata yang menjadi solusi atas berbagai tantangan pangan nasional.

“Semoga dari workshop ini lahir para pelaku usaha pangan lokal yang mampu mendorong kemandirian ekonomi Blora dan memperkuat posisi kita dalam mewujudkan kedaulatan pangan,” pungkas Aminuddin.

Workshop ini menjadi salah satu model kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat berbasis pesantren, dan dunia usaha untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. Jika diterapkan secara konsisten dan didukung kebijakan yang tepat, pengolahan hasil pangan lokal bisa menjadi lokomotif baru pembangunan ekonomi di daerah. (andiZ)