KABAR DAERAH
Istimewa
Blora-Mediaindonesianews.com: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mengambil langkah cepat menangani dampak banjir besar di Desa Mojorembun, Kecamatan Kradenan yang mengakibatkan lebih dari 1.200 warga terdampak dan merusak infrastruktur vital.
Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini yang akrab disapa Budhe Rini yang meninjau lokasi terdampak langsung memerintahkan seluruh instansi terkait untuk bergerak cepat.
“Untuk Dinas PUPR, apabila terdapat jalan atau jembatan yang rusak dan membahayakan akibat banjir, penanganan darurat harus segera dilakukan,” katanya, Rabu (21/5).
Menurut data dari pemerintah desa, banjir tersebut merendam rumah-rumah, sekolah, fasilitas umum, hingga lahan pertanian. Sekitar 400 kepala keluarga (KK) dan lebih dari 1.200 jiwa terdampak dan sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Pemkab Blora juga menjajaki kerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
“Setelah air surut, evaluasi menyeluruh harus segera dilakukan. Apakah penyebabnya karena pendangkalan sungai atau faktor lain,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati juga menyalurkan bantuan sembako, keperluan dapur umum, serta obat-obatan dan nantinya pendistribusian bantuan akan disesuaikan dengan jumlah warga terdampak serta dilakukan secara bertahap.
Sekretaris Desa Mojorembun, Farida Nur Hayati, mengungkapkan bahwa tinggi air di beberapa titik mencapai setinggi leher orang dewasa.
“Kami sempat kekurangan perahu karet untuk evakuasi. Hanya ada satu unit saat itu,” ujarnya.
Pemerintah desa bersama relawan BPBD telah melakukan evakuasi warga sejak malam pertama banjir melanda. Sementara itu, Dinas Sosial telah mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan sembako.
Sementara itu, Siti Mutmainah salah satu warga, menceritakan detik-detik kepanikan saat air mulai masuk rumah.
“Air masuk sekitar pukul 12 malam. Kami panik karena belum pernah mengalami banjir sebesar ini. Air setinggi setengah meter merendam kulkas, TV, dan tempat tidur,” ungkapnya.
Warga Mojorembun menyampaikan apresiasi atas respons cepat dari pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada Ibu Wakil Bupati dan semua pihak atas perhatian dan bantuannya. Sangat berarti bagi kami,” katanya.
Meski kondisi mulai membaik, kerusakan infrastruktur masih menjadi perhatian utama warga dan pemerintah daerah. (Agn)