MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

20 Mei 2025,    15:31 WIB

Semangat Kebangkitan Nasional, Mengenang Dr. Hery, Pahlawan Sunyi dari Blora


Agn

Semangat Kebangkitan Nasional, Mengenang Dr. Hery, Pahlawan Sunyi dari Blora

istimewa

Blora-Mediaindonesianews.com: Awan kelabu menggantung di atas Taman Makam Pahlawan Wira Bhakti Blora, Langkah Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini berhenti di depan pusara sederhana. Di atas nisan itu tertera nama yang tak asing bagi warga Blora yakni dr. Hery Prasetyo — dokter garda depan yang gugur pada 19 Agustus 2020, dalam perjuangannya melawan pandemi COVID-19.

Semangat Kebangkitan Nasional, Mengenang Dr. Hery, Pahlawan Sunyi dari Blora

Dalam keheningan yang sarat makna, ia menaburkan bunga. Tak ada seremoni meriah. Tak ada panggung atau sorotan. Hanya duka yang terbungkus haru, dan penghormatan mendalam kepada sosok yang hidupnya menjadi simbol kebangkitan era baru: perjuangan melawan ketakutan, melawan kematian, melawan keputusasaan.

Setiap 20 Mei, bangsa ini memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Namun di Blora, tahun ini terasa berbeda. Lebih sunyi. Lebih jujur. Lebih menyentuh akar makna perjuangan: bahwa kebangkitan bukan milik masa lalu semata, tapi juga milik mereka yang rela gugur demi kehidupan hari ini.

“Perjuangan belum selesai, dr. Hery adalah pejuang zaman ini. Ia tidak membawa senjata, tapi membawa harapan.” kata Hj. Sri Setyorini dengan suara bergetar. “

Di tengah pandemi yang meluluhlantakkan sistem kesehatan dunia, dr. Hery memilih tetap berada di ruang isolasi. Ia tahu risikonya. Tapi ia tidak mundur. Dalam sunyi dan ketakutan, ia terus berdiri. Bagi warga Blora, ia bukan hanya dokter. Ia adalah cahaya dalam gelap, api kecil yang menyala demi orang lain.

Tabur bunga pagi itu bukan sekadar penghormatan. Ia adalah bentuk narasi baru tentang kebangkitan. Bukan tentang masa lalu yang heroik, tapi tentang keberanian hari ini. Tentang dokter-dokter, tenaga kesehatan, relawan, dan warga biasa yang memilih tetap berdiri ketika dunia runtuh.

“Bangsa ini tidak kekurangan pahlawan, Kita hanya perlu membuka mata dan hati untuk melihat mereka.” ujar Sri Setyorini

Di tengah gempita digital dan berita-berita cepat berlalu, pusara dr. Hery menjadi pengingat yang tak bisa diabaikan: bahwa kebangkitan bukan soal seremoni, tapi pilihan. Pilihan untuk peduli. Untuk berani. Untuk terus berjuang, bahkan dalam sunyi.

Hari ini, dari Blora, Indonesia mendapat pesan tegas: pahlawan tak selalu datang dari masa lalu. Kadang mereka ada di sekitar kita berjuang diam-diam, dan pergi tanpa tepuk tangan. (agn)