KABAR DAERAH
Jro Mangku Ketut Sugiarta
Kintamani-Mediainsdonesianews.com: Misi suci sebagai rokhaniawan serta kepeduliannya terhadap umat dijalani oleh Jro Mangku Ketut Sugiarta, ditengah kesibukannya sebagai guru Agama Hindu di SMPN 4 Kintamani.
Meski terbatas oleh tugas negara, pria kelahiran Desa Songan, Kintamani Bangli, 15 Agustus 1980 lulusan S1 pendidikan Agama Hindu di IHDN Denpasar tahun 2005 tetap merasa bangga dapat mengabdi untuk umat serta menjalankan tugas kepemangkuannya di Desa Adat Songan dan Pura Kawitan Warga Kayuselem Gwasong, Songan, Kintamani.
"Sejak tahun 2005 saya menjadi pemangku di Pura Kawitan Kayuselem, kemudian tahun 2007 diminta oleh Desa adat Songan untuk menjadi pemangku, menggantikan pemangku yang sudah menjadi sulinggih, saya melanjutkan. Jadi tyang (saya) ngiring di dua pura," katanya kepada awak media, Jum'at (14/3).
Menurut Jro Mangku Sugiarta sebagai pemangku di dua tempat, terkadang dirinya merasa tidak enak karena belum maksimal menjalankan tugas kepemangkuannya terutama ketika ada upacara di pura.
"Tyang tidak bisa ngayah secara maksimal karena ada tugas negara, kalau ada penangkilan ke Pura pemangku lain yang melayani, sehingga ada rasa tidak enak karena kewajiban sebagai pelayan umat kurang maksimal," ujarnya.
Lebih lanjut Jro Mangku Sugiarta mengungkapkan bahwa meskipun dirinya sibuk namun tetap semangat dan bahagia menjalankan tugasnya karena dapat berperan dalam Karya Agung di Pura Kawitan Warga Kayuselem, yang meliputi Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Agung Balik Sumpah, Lebur Sangsa Menawa Gempang dan Anta Sapa Agung.
"Meskipun bukan menjadi panitia Karya, lantaran padatnya prosesi ritual, tentu diri sangat sibuk dalam pelaksanaan ritual tersebut," pungkasnya. (Jero Budi)