MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

05 Maret 2025,    11:21 WIB

Pasar Geo Park Bangli Kumuh, Dinas Perindag Gelar Evaluasi


JroBudi

Pasar Geo Park Bangli Kumuh, Dinas Perindag Gelar Evaluasi

istimewa

Bangli-Mediaindonesianews.com: Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Bangli, Bali menggelar rapat evaluasi buntut kondisi kumuh Pasar Geo Park, Penelokan Batur, Kintamani, yang menjadi sorotan masyarakat melalui akun medsos, Rabu (5/3).

Plt. Kadisperindag Bangli, Ni Luh Ketut Wardani, melakukan evaluasi dan mencari solusi menetapkan bahwa OPD terkait akan melakukan pengecekan lapangan untuk melakukan inventarisasi masalah yang muncul di pasar yang dibangun pada tahun 2012 tersebut.

Wardani mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan rapat dengan melibatkan instansi terkait untuk mendiskusikan masalah yang terjadi di pasar tersebut, terutama terkait dengan ketersediaan air bersih dan masalah pengelolaan.

"Kami akan gelar rapat segera, banyak instansi yang akan kami undang, semoga mendapat masukan berharga dalam rapat," ujarnya.

Lebih lanjut Wardani mengakui bahwa Pasar Geo Park belum memiliki lembaga pengelola yang jelas, meskipun dari sisi aset merupakan milik Disperindag.

Menurut Wardani, dalam rapat tersebut juga menyetujui dukungan pengusulan anggaran secepatnya dan menetapkan bahwa pengelolaan Pasar Geo Park ke depan akan dilakukan oleh Perserida Bangli Mukti Bhakti (Perserida BMB).

“Pengelolanya sudah komit untuk mengelola toilet-toilet umum," ujar Wardani yang juga menjabat Kadis Koperasi UKM Kabupaten Bangli.

Seperti diketahui, kondisi kumuh Pasar Geo Park beredar di media sosial, terlihat jelas di toilet yang amat kotor dan menjijikkan karena kotoran manusia menumpuk, bak air dan closet sampai berwarna lumut.

“Saking tak ada pengelola, konon ada ODGJ tidur di pasar tersebut membuat pengguna pasar tak berani masuk pasar,” ujar salah satu pengunjung pasar yang enggan disebut namanya. (Jro Budi)