KABAR DAERAH
Istimewa
Karangasem-Mediaindonesianews.com: Hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir di wilayah Bang Bang, Karangasem, Bali mengakibatkan setengah ruas jalan jebol dan menimbulkan kerusakan parah, hal tersebut menimbulkan kecemaskan warga yang mengakses jalan, Minggu (16/2)
Dari pantauan awak media terlihat kondisi jalan akses menuju Bang Bang setengah ruasnya mengalami longsor.
"Jalan ini penting untuk menghubungkan kami dengan daerah lain, sekarang kami terpaksa mencari jalan alternatif yang lebih jauh dan berbahaya," ujar I Wayan Sutama salah seorang warga Bang Bang.
Menurutnya kerusakan jalan tersebut berdampak pada aktivitas ekonomi warga khususnya para Petani, pedagang, dan pengusaha pariwisata yang mengalami kesulitan dalam mengangkut hasil panen, barang dagangan, dan wisatawan.
"Kami khawatir kejadian tersebut mempengaruhi harga hasil panen karena sulit mengangkut ke pasar," katanya.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Persevasi jalan PU Provinsi Bali, Sudirga menjelaskan bahwa, kerusakan jalan yang terjadi di ruas jalan Provinsi Batas, Bangli-Nongan Km 52+250 di Desa Nongan.
"Longsor tersebut akibat hujan deras dan angin kencang yang terjadi pada 31 Desember 2024," kata Sudirga kepada awak media.
Untuk itu, lanjut Sudirga, pihaknya telah melakukan penanganan sementara dengan memasang sandbag, warning line, dan terpal untuk melindungi longsoran serta mencegah meluasnya longsor.
“Pemasangan rambu dan banner petunjuk bahwa terjadi longsor juga sudah kami lakukan untuk membatasi kendaraan melewati ruas tersebut,” jelasnya.
Sedangkan untuk penanganan konstruksi, Sudirga menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan perencanaan untuk mendapatkan desain konstruksi.
"Tim kami sudah turun ke lokasi untuk melakukan penilaian dan akan segera melakukan perbaikan secepatnya," ujarnya.
Menurut Sudirga perbaikan akan diprioritaskan agar akses warga dapat pulih secepatnya.
"Kami paham bahwa jalan tersebut sangat penting bagi masyarakat, sehingga perbaikan akan menjadi prioritas kami," pungkasnya. (Jro Budi)