MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

17 Februari 2025,    04:08 WIB

DPRD Bangli Desak Penanganan Dini Bencana Alam, Minta Pohon Tua Diperiksa


JroBudi

DPRD Bangli Desak Penanganan Dini Bencana Alam, Minta Pohon Tua Diperiksa

istimewa

Bangli-Mediaindonesianews.com: Pentingnya kerjasama dalam mengantisipasi serta menanganin wilayah rawan bencana sehingga tidak menimbulkan kerugian besar bagi Masyarakat, hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles yang mengajak semua elemen di Bangli untuk untuk meningkatkan kesiapsiagaan mengingat bencana dapat terjadi kapan saja, terutama di musim hujan dan angin kencang, Sabtu (15/2)

Carles juga mengajak instansi yang membidangi kehutanan untuk memeriksa kondisi pohon tua di hutan dan melakukan peremajaan jika diperlukan.

“pohon tua memiliki fungsi hidrologis yang berkurang dan berisiko tumbang.” katanya

Lebih lanjut Carles menekankan pentingnya pemasangan rambu-rambu daerah rawan bencana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Terkait hal tersebut, Carles meminta Bupati Bangli mengeluarkan surat edaran (SE) kepada desa-desa mengenai antisipasi bencana alam.

"Bupati harus membuat surat edaran kepada seluruh desa yang rawan bencana, waspada bencana. BPBD harus tetap siaga 24 jam, mengantisipasi bencana di musim hujan ini. Dinas terkait koordinasi ke lapangan untuk sidak ke lapangan mana sekiranya pohon-pohon sudah tua dan rawan patah. Rambu bencana juga sangat penting," ujar Carles.

Seperti diketahui Data BPBD Bangli menunjukkan tingginya frekuensi bencana alam di daerah tersebut, terutama pohon tumbang dan tanah longsor. Selain itu, kebakaran rumah hunian dan rumah ibadah juga sering terjadi.

Dari cataatan dalam sebulan terakhir, 1 Januari-10 Februari 2025, terjadi bencana alam dengan kerugian material sebesar Rp1.650.000.000. Kejadian terbaru adalah pohon tumbang di Desa Bayung Gede Kintamani yang menimpa dua unit mobil dengan kerugian sekitar Rp200 Juta. (JroBudi)