KABAR DAERAH
istimewa
Bangli-Mediaindonesinews.com: Keluhan petani jeruk akibat fenomena rontoknya buah jeruk di beberapa desa Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli yang mencapai 80%, menjadi sorotan serius anggota Komisi II DPRD Bangli, Ni Nengah Dwi Madya Yani.
Dwi Madya Yani mendesak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Bangli untuk segera memberikan pendampingan kepada petani.
“kami meminta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk menerapkan metode pengendalian hama dan penyakit yang tepat, khususnya selama musim hujan, meski faktor cuaca menjadi penyebab dan perlunya solusi konkret dari pihak yang berwenang” katanya, Sabtu (1/2).
Terpisah, Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, mengaku telah menerima laporan dari petani di Desa Batukaang, untuk itu pihaknya akan melakukan pengamatan, pembinaan, dan pengendalian dengan memberikan bantuan pestisida dan rekomendasi pengendalian hama penyakit.
“kami mengimbau petani untuk menghindari penggunaan pupuk mentah yang dapat merusak akar tanaman dan memperparah serangan hama penyakit, terutama saat musim hujan.” jelasnya
Sementara itu I Ketut Lingga petani jeruk asal Desa Bonyoh mengeluhkan kerugian besar akibat buah jeruk yang berguguran sebelum panen.
“hampir seluruh buah jeruknya rontok saat masih kecil.” keluhnya.
Kondisi serupa juga dialami petani di Banjar Masem dan Desa Batukaang, meskipun tidak separah di Desa Bonyoh, hanya Desa Sukawana yang melaporkan kerontokan relatif rendah, di bawah 5%. (Jro Budi)