KABAR DAERAH
istimewa
Bangli-Mediaindonesianews.com: Kunjungan wisatawan ke Bangli memang meningkat, namun sayangnya lama tinggal (length of stay) mereka terbatas hanya 3 hari, kondisi ini membuat Bangli kalah saing dengan Ubud yang mampu menarik wisatawan untuk berlama-lama tinggal hingga 6 hari atau lebih. Akibatnya, kontribusi wisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bangli terancam terhambat, hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangli, I Wayan Sugiarta, Rabu (29/1).
Sugiarta mengakui bahwa salah satu penyebabnya adalah kurangnya hiburan di malam hari yang menyebabkan tamu kurang betah di Bangli. Selain itu, khusus untuk Kintamani, suhu yang sangat ekstrim, terutama saat musim hujan, juga menjadi faktor penghalang.
"Padahal tingkat kunjungan ke Bangli pada musim liburan meningkat 100 persen, bahkan lebih, seperti obyek wisata Desa Penglipuran, tamunya membludak." jelasnya
Lebih lanjut Sugiarta menjelaskan bahwa dari data menunjukkan tingkat kunjungan pada musim liburan ke Bangli mencapai 9.000 wisatawan per hari dan didominasi oleh obyek wisata Desa Tradisional Penglipuran, berikutnya kawasan Kintamani.
"View Gunung Batur dan Danau Batur tetap menjadi magnet kunjungan ke kawasan Kintamani, namun, sayangnya, fasilitas di Penelokan masih kurang memadai, Lampu kamar mandinya padam, lantainya berlubang, dan pedagang asongan masih “memaksa” pengunjung untuk belanja." katanya
Menurut Sugiarta pihaknya saat ini sedang mencari solusi untuk meningkatkan length of stay wisatawan di Bangli.
"Kami harus mencari cara untuk menarik wisatawan agar betah berlama-lama di Bangli," pungkasnya. (Jro Budi)