MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

28 Januari 2025,    23:04 WIB

Proyek Pamsimas Gagal, Masyarakat Desa Bonyoh Merasa Tertipu


JroBudi

Proyek Pamsimas Gagal, Masyarakat Desa Bonyoh Merasa Tertipu

istimewa

Bangli-Mediaindonesianews.com: Warga Desa Bonyoh, Kintamani, Bangli kecewa proyek penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) yang dijalankan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bangli gagal karena hingga saat ini, tidak setetespun air pun mengalir dari kran yang telah dipasang.

Proyek Pamsimas Gagal, Masyarakat Desa Bonyoh Merasa Tertipu

"Ini adalah kebohongan besar! Harapan kami untuk mendapatkan minum hanya mimpi belaka," kata I Ketut Lingga, tokoh masyarakat Desa Bonyoh, Selasa (28/1).

Lingga juga menunjukkan kran yang hanya mengeluarkan suara angin ketika dibuka.

"Lihat ini! Mana airnya? Yang keluar hanya angin!" ujarnya sambil menunjuk kran tersebut.

Lebih lanjut Lingga mengungkapkan bahwa, masyarakat juga harus mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli KWH (meteran air) dan kran seharga Rp235.000,-. 

"Menyedihkan, sebelum terbukti air mengalir, masyarakat disuruh membeli kran yang harusnya dicoba dulu, baru disuruh beli kran dan karena tidak keluara air terpaksa kami membeli air dengan truk tanki seharga Rp200.000 per truk," jelasnya.

Mantan Ketua BPD Desa Bonyoh tersebut juga menjelaskan bahwa proyek tersebut mengambil air melalui pengeboran yang lokasinya sebelah utara desa dan meski pengeboran sudah mencapai kedalaman 90 meter tapi air tak kunjung mengalir dan rencana awal proyek, ada sebagian warga yang tidak setuju.

“Dari 292 KK, hanya 220 KK yang setuju termasuk dirinya sendiri, sisanya menolak, namun kami tetap menggunakan air yang dibeli dengan truk tanki dan itupun hanya cukup untuk dua minggu, bahkan kami juga menggunakan air hujan saat musim hujan.” Paparnya.

Sementara itu salah satu pekerja pengeboran air yang tidak mau disebut Namanya mengakui bahwa pengeboran sudah mencapai kedalaman 135 meter, tetapi air belum juga mengalir. Pekerja tersebut juga mengaku tidak tahu apakah proyek tersebut dikerjakan oleh pemenang tender atau secara swakelola oleh pihak desa. (Jro budi)