MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

10 Januari 2025,    11:54 WIB

Pengerukan Tebing di Pengelumbaran Picu Lakalantas, Warga Dihimbau Waspada


JroBudi

Pengerukan Tebing di Pengelumbaran Picu Lakalantas, Warga Dihimbau Waspada

istimewa

Bangli-Mediaindonesianews.com: Penguna jalan diwajibkan berhati-hati saat melintas di Dusun Pengelumbaran, Penatahan, Susut, Bangli, pasalnya wilayah tersebut sedang dilakukan pengerukan tebing. Tanah galian yang meluber ke jalan, terutama pada titik turunan, menyebabkan jalan menjadi licin dan rawan kecelakaan.

Salah satu warga mengungkapkan bahwa kerap terjadi kecelakaan di jalur tersebut sejak pengerukan tebing dimulai karena tanah galian yang meluber hingga ke badan jalan, membuat kondisi jalan semakin berbahaya, khususnya saat hujan.

“Sekitar empat hari lalu ada yang jatuh, tanah galian ditumpuk dulu baru diangkut, jadinya tanah meluber sampai jauh ke selatan. Kalau langsung diangkut setelah digali, pasti tidak seperti ini.” ujar warga yang enggan disebutkan Namanya, Kamis (9/1)

Sementara salah seorang pengendara sepeda motor yang mengaku nyaris jatuh di lokasi tersebut menambahkan, bahwa beruntungnya jalan di wilayah tersebut tidak begitu padat lalu lintasnya.

“Untung di sini jalur tidak begitu padat. Kalau jalur padat, pasti akan lebih banyak korban. Tanah galian harus segera diangkut, jangan sampai pengerukan terus berlanjut tapi tanahnya tidak diangkut. Selain itu, harus dipasang rambu di selatan dan utara galian serta ada petugas keamanan yang berjaga di sana.” Sarannya.

Dari informasi yang didapat awak media, pemilik lahan berencana akan membangun rumah di area tersebut dan pengerukan sudah berlangsung selama 3 bulan dan diperkirakan akan selesai dalam waktu yang lama.

Wayan Sudiana, operator alat berat dari Desa Tangkas, Dawan, Klungkung, mengatakan bahwa dirinya hanya bertugas melakukan pengerukan dan pengangkutan galian dilakukan oleh pihak lain. Dia mendengar bahwa pemilik lahan tidak menjual tanah galian, hanya memberikannya kepada siapapun yang membutuhkan.

“Mereka bukan menjual tanah galiannya, kalau ada yang minta silahkan saja, biar cepat habis,” ujar Wayan.

Wayan Sudiana juga tak menampik bahwa tanah galian pasti meluber ke jalanan dan satu-satunya cara menghindar.

“Gimanapun caranya, pasti akan ada tanah tumpah ke jalan. Satu-satunya cara menghindari kecelakaan memang harus dipasangi rambu dan ada polisi yang jaga.” Pungkasnya (JroBudi)