KABAR DAERAH
istimewa
Bangli-MediaIndonesianews.com: Terbengkalainya pembangunan Jalan Nasional yang menghubungkan Bangli dan Karangasem disorot anggota DPRD Bangli, I Made Joko Arnawa. Jalan yang baru terbangun hingga Desa Songan ini dinilai sangat penting untuk membuka akses dan mengembangkan potensi wilayah di sekitarnya, baik sektor pariwisata, pertanian, maupun jasa.
“Lanjutan pembangunan jalan nasional ini sangat mendesak, jika terealisasi, jalan tersebut akan menjadi urat nadi perekonomian dan dapat mengurai kemacetan di wilayah Songan dan sekitarnya” kata Joko Arnawa, Selasa (6/1)
Politisi Partai Gerindra tersebut menilai, pembangunan jalan tersebut akan membuka akses menuju Amed (Karangasem) dan membuka peluang besar bagi pengembangan berbagai sektor, untuk itu ia berharap Pemda Bangli dapat berkolaborasi dengan Pemprov Bali untuk melanjutkan pembangunan jalan nasional tersebut.
“Karena ini jalan nasional, Pemkab Bangli mesti berkolaborasi dengan Pemprov Bali untuk lanjutan pembangunan jalan tersebut” ujarnya.
Lebih lanjut, Joko Arnawa juga menyoroti masalah kemacetan di wilayah Songan, terutama menjelang pelaksanaan Karya Agung di Pura Kayu Selem Gwasong. Ia meminta Pemda Bangli untuk segera mengantisipasi kemacetan dengan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, Polantas, dan instansi terkait.
“Kalau memang butuh rambu lalu lintas, kasih rambu. Kemacetan akan sangat serius jika tidak ada petugas yang mengaturnya,” tegasnya.
Lebih lanjut Joko juga mendesak Pemda Bangli untuk memperhatikan wilayah-wilayah yang masih blankspot atau tidak memiliki jaringan komunikasi, seperti di Dusun Kayu Selem, Songan, Desa Siakin, dan Dusun Bunut Madya, Desa Terunyan.
"Wilayah-wilayah blankspot ini butuh perhatian serius, terutama saat ujian di sekolah. Anak SD sudah menerapkan ujian berbasis komputer (UNBK) dan membutuhkan akses internet,” jelasnya.
Kadis Kominfossn Bangli, I Wayan Dirgayusa, mengakui bahwa berdasarkan survei tahun 2018, cakupan 3G/4G di Bangli baru mencapai 30%. Beberapa wilayah, seperti Bunut Madia, Siakin, dan Dusun Kayuselem, Songan, tercatat sebagai blankspot karena posisinya yang berada di ketinggian.
"Untuk bisa berkomunikasi, mungkin bisa disesuaikan titik koordinatnya, namun masih tetap terganggu," katanya.
Lebih lanjut Dirgayusa menjelaskan bahwa Pemda Bangli memberi peluang kepada pengembang jaringan untuk membangun jaringan di wilayah tersebut.
“Program khusus untuk itu belum kita punya karena pertimbangan dana yang kita miliki. Peluang juga lebih besar kepada pengusaha swasta untuk mengembangkan,” jelasnya.
Ia berharap pihak yang membutuhkan penanganan jaringan khusus dan insidentil dapat bersurat ke Pemda Bangli agar ada dasar untuk bertindak.
Sementara itu menanggapi Jalan Nasional, Kepala Dinas PU Bangli, Dewa Widnyana Maya, menyatakan bahwa pihaknya senantiasa berkoordinasi dengan Pemprov Bali terkait pembangunan jalan nasional tersebut. (JroBudi)