KABAR DAERAH
Istimewa
Bangli-Mediaindonesianews.com: Pembangunan ruang Laboratorium komputer beserta perabotnya serta Pembangunan ruang Perpustakaan beserta perabotnya di SD Negeri 6 Kawan, Bangli mendapat sorotan karena dinilai molor dan tidak terencana dalam pengerjaannya.
Dari penelusuran awak media dilokasi tidak terlihat tukang maupun pengawas yang mengerjakan proyek tersebut, ironisnya dari informasi yang dihimpun para pekerja tersebut belum menerima upah kerja dari pimpinan proyek sehingga enggan bekerja.
Saat awak media mencoba mengkonfirmasi terkait lambannya pengerjaan proyek tersebut ke Kepala Sekolah SD Negeri 6 Kawan, I Ketut Andi Rumandya enggan berkomentar, karena hal tersebut merupakan tanggungjawab rekanan.
Sementara itu Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Bangli, Ida Bagus Made Maharta hanya mengomentari Pembangunan yang terkesan tumpang tindih karena ada beton yang mengenai atap bangunan lama.
“kesulitan lahan” alasannya.
Sedangkan terkait dengan molornya proyek tersebut Maharta menjelaskan akan menghitung volume pekerjaan yang diselesaikan. Terhadap besarnya anggaran rehabilitasi 3 ruang belajar di SD tersebut dia menjawab singkat yakni karena berkaitan pajak.
“Ya kan karena kena pajak lho sehingga menjadi besar.” ujarnya.
Seperti diketahui Pembangunan ruang Laboratorium komputer beserta perabotnya serta Pembangunan ruang Perpustakaan beserta perabotnya di SD Negeri 6 Kawan, Bangli dengan nilai HPS sebesar Rp. 499.821.000,00 dimenangkan CV Deriyo yang beralamat di Ds. Sumberingin, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dengan nilai kontrak sebesar Rp. 415.415.407,03 bersumber dari Dana Alokasi Khusus(DAK) yang dituangkan ke dalam APBD Kabupaten Bangli Tahun Anggaran 2024. (Jro Budi)