KABAR DAERAH
Wakil Bupati Humbahas Tinjau Lokasi Longsor di Desa Simangulampe
Humbahas-Mediaindonesianews.com: Wakil Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dr. Oloan Paniaran Nababan. SH., MH didampingi beberapa masyarakat meninjau proses evakuasi dan titik awal terjadinya longsor di perbukitan Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Minggu (3/12).
“ini termasuk kejadian yang sangat luar biasa, kelihatan tidak ada aliran anak sungai dan tidak ada longsoran bukit tapi jejak air menunjukkan ada dorongan arus air yang sangat besar dan bisa memindahkan puluh ribu meter kubik batu dan lumpur.” Ujar Dr. Oloan Paniaran Nababan.
Lebih lanjut Dr. Oloan Paniaran Nababan menjelaskan bahwa, saat seluruh tim yang terlibat dalam penanganan bencana masih bekerja keras untuk melakukan pencarian terhadap beberapa korban yang diduga tertimbun bebatuan.
“beberapa alat berat diterjunkan dibantu 190 orang personil TNI/Polri dan 4 orang dari Basarnas Pos Parapat serta seluruh aparatur Pemkab terkait.” jelasnya
Data sementara dalam peristiwa tersebut 1 orang ditemukan meninggal dunia dan 11 orang dinyatakan hilang dan masih dalam tahap pencarian.
“Selain menelan korban jiwa longsor bebatuan berukuran besar bercampur lumpur itu juga merusak puluhan unit rumah warga, 1 unit rumah ibadah, 1 unit sekolah, 1 unit asrama hotel, makam dan beberapa hektar lahan pertanian milik warga dan saat ini kami telah menyediakan penampungan sementara di dua lokasi yaitu di Kantor Camat Baktiraja dan gedung serbaguna HKBP Simangulampe serta menyediakan kebutuhan pangan dan sandang menunggu proses normalisasi dan rehabilitasi selesai dilakukan” paparnya
Dr. Oloan Paniaran Nababan menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan hati-hati di tengah curah hujan yang tinggi dikawasan Humbahas.
“Bagi pengendara yang datang dari luar menuju Kabupaten Humbahas agar selalu berhati hati dan tetap selalu waspada. Mari kita saling bahu membahu dalam proses evakuasi dan pencarian korban longsor” pungkasnya.
Beberapa sumber menyebutkan analisa terjadinya longsor di perbukitan desa Simanggulampe adalah adanya gas yang tersimpan di kaki gunung seputaran Simangulappe.
“kemungkinan adanya lempengan tanah yang patah di bawah Desa Simangulappe sehingga patahan lempengan itu diterobos air dari Danau Toba yang kebetulan sudah mengalami kejenuhan karena suplai air yang cukup tinggi dari Aek Silang” kata sumber tersebut yang enggan disebut Namanya.
Sumber tersebut juga menganalisa bahwa, kemungkinan juga ada aliran anak sungai atau sungai kecil dari dataran Desa Habeahan atau sekelilingnya (Lintong Nihuta) yang masuk ke dalam tanah setelah lama kelamaan menjadi terkumpul membentuk dan berupa bendungan menjadi kolam lumpur (seperti kolak) dan karena Gravitasi tertumpah ke Simangulape.
“Kemungkinan ini terjadi kalau tidak ada longsoran bukit dibagikan atas Desa Simangulappe tapi kalau ada longsoran bukit dan membentuk berupa Celdam lalu pecah itu juga menjadi penyebab yang sangat mungkin. Akan tetapi hal ini masih sebatas prediksi untuk mengetahui kebenarannya
Tampak sejumlah alat berat masih melakukan evakuasi material bebatuan yang terbawa banjir menutupi sepanjang jalan Desa Simangulampe.” Katanya** (BN)