KABAR DAERAH
Bupati Humbahas Ingatkan Kepala Desa Atasi Stunting
Humbahas-Mediaindonesianews.com: Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor, SE bersama Asisten Administrasi Umum. Drs. Janter Sinaga, Inspektur BP. Siahaan, Kadis Kominfo Batara Franz Siregar, SE, Plt Kadis Kesehatan P2KB dr Gunawan Sinaga, Plt. Kadis PMDP2A Drs. Maradu Napitupulu, M.Si memimpin rapat penangganan stunting di wilayah kerja UPT Puskesmas Hutapaung Kecamatan Pollung, Jumat (26/5).
“untuk menurunkan angka Stunting secara khusus di Kecamatan Pollung perlu ada kerjasama di seluruh elemen masyarakat dan saling ada kerjasama yang baik” ujar Bupati
Lebih lanjut Bupati berharap Puskesmas Hutapaung bisa menurunkan angka stunting dengan signifikan.
“Petugas Puskesmas dan Bidan Desa harus rutin melakukan pemeriksaan. Periksa, periksa lagi dan periksa kembali. Bahasa bataknya ‘Panotnoti dohot parrohahon’ Ini harus dilakukan secara terus-menerus” tegas Bupati.
Bupati juga meminta semua harus terlibat, petugas Puskesmas, Bidan Desa dan Kepala Desa serta keluarga objek stunting harus sependapat dan satu kata untuk menurunkan angka stunting secara bertahap.
“Mulai sekarang, kita harus bekerja serius, kita harus peduli, ini tanggungjawab bersama. Secara budaya, stunting seyogianya bisa teratasi karena dalam budaya batak ada istilah (Anakkon hi do hamoraon di au).” ujarnya
Menurut Bupati dengan ketersediaan itu, sebenarnya tidak mungkin ada stunting di sini. Ini kegagalan kita bersama. Kenapa ? Karena tidak ada kepedulian kita kepada masyarakat khususnya kepada ibu hamil dan balita.
“Ada 5 fase yang harus secara rutin diperiksa oleh Bidan Desa, pertama Remaja Perempuan, kedua Calon Pengantin, ketiga Ibu Hamil, keempat Ibu Melahirkan dan kelima Si anak yang dilahirkan.” jelasnya
Bupati juga mengingatkan kepada seluruh Kepala Desa agar mempergunakan Dana Desa untuk mengatasi Stunting di desa masing-masing.
"Selain itu dari segi ketersedian air bersih, buah-buahan, sayur-mayur, hewani berlimpah di daerah kita ini. Dengan ketersediaan itu, sebenarnya tidak mungkin ada stunting di sini. Ini kegagalan kita bersama. Kenapa ? Karena tidak ada kepedulian kita kepada masyarakat khususnya kepada ibu hamil dan balita. Masyarakat kita ada yang stunting dikarenakan ketidaktahuan masyarakat, oleh karena itu perlu adanya sosialisasi dari setiap Bidan Desa bekerjasama dengan Kepala Desa bagaimana pola hidup sehat.” Pungkasnya (bmn)