KABAR DAERAH
DPN Asosiasi Lentera UMKM Kunjungi Divrey Bulog Kalbar
Pontianak-Mediaindonesianews.com: Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Lentera UMKM bersama jajaran pengurus DPW bersilaturahmi dengan Plh. Pimpinan Wilayah Bulog Divrey Kalimantan Barat (Kalbar), di Jalan Sultan Syarif Abdul Rahman Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalbar, Senin, (27/02).
Syafarahman Ketua Umum Asosiasi Lentera UMKM kepada awak media mengatakan bahwa kedatangannya ke Bulog Divrey Kalbar untuk mempertanyakan tentang keberlangsungan pendistribusian beras SPHP yang dalam dua pekan terakhir terputus.
“Setelah bertabayun baru kita dapat mengetahui sebab musabab yang menjadi hambatan dalam penyaluran beras SPHP.” katanya
Syafarahman menjelaskan bahwa Plh. pimpinan wilayah Bulog Divrey Kalbar mengatakan bahwa Lentera ini adalah mitra terlengkap secara administrasi, dan taat dengan aturan, bagaimana mungkin kita bisa memutus kerjasama yang baik ini.
Lebih lanjut Syafarahman mengatakan menurut Pin Wil ada miskomunikasi antara Lentera dan pegawai Bulog yaitu pak Supriadi.
“nah Pak Supriadi ini yang mengatur orderannya karena permintaan Lentera yang belum bisa di penuhi dan Mis Komunikasi antara Pak Syafarahman dengan Pak Supriadi inilah berkepanjangan hingga viral di beberapa media. Semoga dari hari ini kita kembali bekerja menyalurkan beras SPHP mulai dari nol lagi, tidak ada kesalah pahaman lagi.” Katanya menirukan
Di dalam pertemuan tersebut melalui Plh Kadivre menjelaskan tentang ketersediaan stok pangan, dimana Perum Bulog telah di berikan penugasan dari Pemerintah Cq. Bapenas untuk menyalurkan dan mendistribusikan ke masyarakat dan mitra, serta sebagian adalah menjadi stok Pemerintah (CBP) guna kesiapan lainnya seperti Bencana alam (Force Majeure) dan keadaan darurat lainnya.
Adapun pemberitaan yang telah beredar telah di luruskan berkaitan dengan kepentingan Masyarakat melalui Operasi Pasar yang rutin di lakukan oleh Perum Bulog khususnya Kalbar.
Diharapkan keterangan dari Plh Kadivre kepada DPN Lentera, menjadi titik temu guna menyelasaikan kesalahpahaman atas pemberitaan tersebut.
“terimakasih atas masukan dan berharap dapat melanjutkan kembali program rantai pasok bagi Masyarakat, khususnya di Kota Pontianak dan sekitarnya” pungkasnya. (Budi)