KABAR DAERAH
Hadapi Cuaca Ekstrim, Kalak BPBD Kabupaten Bogor Ingatkan Masyarakat
Cibinong-Mediaindonesianews.com: Dikarenakan curah hujan tinggi pada penghujung tahun 2022, bencana alam tanah longsor kembali melanda wilayah Kabupaten Bogor kali ini di RT.001/011 dan RT 002/008 Desa Kopo Kecamatan Cisarua, Jumat (30/12/22).
Pemerintah Kabupaten Bogor gerak cepat melakukan berbagai langkah upaya kesiapsiagaan bencana, guna mengantisipasi terjadinya bencana alam khususnya diwilayah zona rawan bencana. Kini ada delapan titik pos pengamanan kesiapsiagaan bencana, untuk mengantisipasi terjadinya potensi-potensi bencana ditengah cuaca ekstrim seperti saat ini. Delapan titik tersebar di Cibinong, Babakan Madang, Bojonggede, Klapanunggal, Jonggol dan Gadog.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bogor, Yani Hasan menyatakan, telah berkoordinasi mulai dari tingkat Kecamatan, Desa, Kelurahan hingga tingkat RT dan RW untuk menentukan titik aman, titik evakuasi, dan tempat-tempat aman penyelamatan bencana lainnya.
“Jadi, langkah pertama adalah kita akan melakukan evakuasi. Langkah keduanya baru kita melaksanakan penyelamatan terhadap bangunan, kehidupan sosial dan seterusnya,” ungkap Kalak BPBD.
Lebih lanjut Yani menerangkan bahwa, dirinya juga meminta kepada para relawan dan lembaga swadaya masyarakat untuk lebih optimal dalam membantu melaksanakan kesiapsiagaan bencana diwilayah Kabupaten Bogor.
“Kita punya sekitar 64 lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang penanggulangan bencana. Termasuk Pramuka, karang taruna, PMI dan lain-lainnya untuk dapat bergerak dan siap siaga,” katanya.
Selain kesiapsiagaan bencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga senantiasa menghimbau dan membudayakan masyarakat yang aware terhadap kewaspadaan bencana alam di Kabupaten Bogor.
Beberapa hal dapat bisa dilakukan yakni, kenali lingkungan mulai dari hal terkecil, seperti saluran air yang berpotensi menyebabkan banjir, meningkatkan kewaspadaan jika terjadi hujan lebih dari tiga jam berturut-turut, karena di Kabupaten Bogor terdapat wilayah-wilayah zona rawan bencana yang tersebar di 24 Kecamatan dan 48 Desa.
“Tetap tenang dan waspada, apabila memang terjadi cuaca ekstrim seperti hujan atau angin kencang, jangan memaksakan untuk beraktivitas di luar. Tapi kalau sudah diluar sebaiknya selalu mencari tempat yang aman,” tegasnya.
Untuk membudayakan kewaspadaan bencana di masyarakat, Pemkab Bogor menggandeng Satgas Desa Tangguh Bencana (Destana). Dibantu juga dari binaan-binaan Dinas Sosial namanya Taruna Siaga Bencana.
“Semua sudah kita minta untuk siaga seperti itu,” pungkasnya. (JP)