MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

KABAR DAERAH

30 Desember 2022,    21:49 WIB

Sarasehan Budaya dan Kemandirian Ekonomi Pesantren Muhammadiyah


tim red

Sarasehan Budaya dan Kemandirian Ekonomi Pesantren Muhammadiyah

Mudir MBS Zam-zam, Ustadz Arif Fauzi, Lc, M.Pd sampaikan Materi Sarasehan

Tegal-Mediaindonesianews.com: Tercatat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah memiliki 180 Pesantren dengan santri sebanyak 23.547 orang dan menjadi asset yang sangat luar biasa jika digarap dengan manajemen professional. Hal tersebut disampaikan KH. Dr. Muhammad Irzal Fadholi, M.Pd., M.Pd.I saat mengisi sarasehan terkait pentingnya kemandirian ekonomi Pesantren Muhammadiyah, khususnya PontrenMU di Jawa Tengah, Rabu (28/12)

Sarasehan Budaya dan Kemandirian Ekonomi Pesantren Muhammadiyah

“Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) PWM Jawa Tengah sampai detik ini mengurusi 180 PontrenMU dari 440 PontrenMu yang ada di Indonesia. PontrenMu di Jawa Tengah yang terbanyak di seluruh Indonesia ini harus dimenej sekuat dan sebagus mungkin.” Katanya.

Menurutnya, salah satu sumbu yang harus dikembangkan adalah tentang kemandirian ekonomi pesantren. Jika santri dari 180 PontrenMu yang ada berjumlah sekitar 23.547 santri, maka ini adalah lahan basah yang perlu digarap secara serius mulai dari laundry, beras, kantin, air minum, buku tulis, fotocopy, atribut santri dan lain sebagainya.

“Lahan basah yang ada di hadapan kita semua harus dibidik secara serius dengan manajemen jitu dan strategi yang tepat sasaran, sehingga akan benar-benar bisa memberdayakan dan menguatkan eksistensi pontrenMu tersebut karena setiap PontrenMu telah mampu membangun ekonomi lembaganya secara professional. Dengan adanya kemandirian masing-masing pontrenMu, maka setiap pontrenMu ke depannya akan terus eksis dan sejahtera menuju kesuksesan yang terus gemilang dan berkemajuan serta bermanfaat bagi sesame dan lingkungan sekitarnya” papar Ketua ITMAM eks Karesidenan Pekalongan tersebut.

Ketua LP2M Jawa Tengah, KH. Drs. Najmuddin Zuhdi, M.Ag secara resmi membuka acara Sarasehan Budaya dan Ekonomi PontrenMU se-Jawa Tengah. Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa Pesantren Muhammadiyah harus terus eksis, sehingga sangat perlu secara kontinyu terus menata manajemennya.

“Salah satu hal yang penting dalam manajemen pesantren Muhammadiyah adalah pembentukan budaya dan penguatkan kemandirian ekonomi pesantren. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan para Mudir PontrenMu di Jawa Tengah dikumpulkan di PontrenMu Ahmad Dahlan Tegal untuk solidkan barisan PontrenMu dan rumuskan tentang kemandirian ekonomi Pesantren,” ujar Pengasuh PontrenMu ath-Thohiriyah Surakarta.

Salah seorang peserta sarasehan, Ustadz Nur Khasbi, SHI., MM mengungkapkan rasa senang dan bangganya dapat berkumpul dengan para pejuang AUM pontrenMU yang shaleh dan istiqomah, di samping terus mendapatkan suntikan semangat dan ilmu dalam pelbagai kegiatan yang LP2M maupun ITMAM.

“Hal ini akan menjadi modal kami sebagai sebuah pesantren kecil yang baru melangkah tertatih-tatih agar terus bersemangat dalam bergerak dan semakin kuat, sehingga Pesantren kami bisa dapat berkembang cepat seperti PontrenMu lainnya,” tutur Mudir Tren MuOne SMP Mutu Purwokerto.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pengurus KH. Drs.Soemanto, M.Pd dan Ustadz Aziz Kamali (LP2M PP Muhammadiyah), KH. Drs. Najmuddin Zuhdi, M.Ag dan KH. Dr. Muhammad Irzal Fadholi, M.Pd., M.Pd.I (Pengurus LP2M Jawa Tengah), 72 peserta yang berasal dari 45 Pondok Pesantren Muhammadiyah yang berada di bawah LP2M Jawa Tengah. (Tarqum Aziz).