MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

HUKUM DAN KRIMINAL

18 Oktober 2022,    14:20 WIB

LSM WGAB Minta Gubernur Papua Copot Direktur RSU Dok Dua Jayapura


rahman

LSM WGAB Minta Gubernur Papua Copot Direktur RSU Dok Dua Jayapura

LSM WGAB Minta Gubernur Papua Copot Direktur RSU Dok Dua Jayapura

Jayapura-Mediaindonesianews.com: Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) Provinsi Papua mendesak Gubernur segera mencopot Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Dok dua dr.Anton T Mote dari jabatannya, karena menurut mereka sejak dilantik, banyak masalah yang terjadi di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Ketua LSM WGAB, Yerri Basri Mak, SH meminta Gubernur Papua untuk tidak mempertahankan direktur yang menyebabkan banyak masalah karena dinilai sangat mengganggu operasional rumah sakit.

“Berbagai persoalan terjadi, seperti pemberlakuan pembayaran uang gaji medis yang diduga diendapkan, 411 paramedis yang belum menerima gaji atau honorarium yang terdiri dari 380 perawat dan penunjang, 5 dokter ahli, dan 26 dokter umum” katanya, Selasa (18/10)

Yerri Basri juga menyayangkan kondisi rumah sakit dok dua Jayapura Papua diduga ada pemadaman lampu dan juga tidak adanya persedian obat bius hingga pisau operasi.

“itu semua barang yang sangat penting sekali, kenapa sampai bisa tidak ada di rumah sakit yang begitu besar di tanah Papua. Jadi, kita tidak mau di rumah sakit itu ada banyak masalah,” ujarnya.

Yerri Basri juga merasa kasihan kepada tenaga medis yang sudah merelekan waktu untuk melayani masyarakat yang sakit hingga bermalam untuk menjaga pasien yang rawat nginap masa upah atau gaji belum dibayar.

“Kasihan sekali keluarga mereka butuh makan, anak-anak mereka butuh biaya untuk sekolah, untuk itu kami meminta Diretur RS Dok dua untuk segerah membayar gaji mereka dan Gubernur juga harus peka terhadap kinerja bawahan. Jika masih dipertahankan, saya yakin masalah yang ada akan berpengaruh pada pelayanan karena ini fatal sekali jika masih mempertahankan” pungkasnya*** (rahman)