HUKUM DAN KRIMINAL
Dugaan Kartel Kremasi: Satreskrim Polres Metro Jakbar Periksa Saksi
Jakarta-mediaindonesianews.com: Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Barat (Jakbar) saat ini telah memeriksa beberapa saksi kasus dugaan kartel kremasi yang sempat viral beberapa hari lalu. Hingga hari ini Penyidik telah melakukan pemanggilan terhadap para saksi yang terkait adanya dugaan praktek kremasi tersebut.
"Sampai saat ini kami telah memanggil sebanyak 7 orang saksi terkait kasus dugaan praktik kartel kremasi yang sempat viral di Jakarta Barat" ujar Kombes Pol Ady Wibowo dalam keterangannya kepada Humas Polres Metro Jakarta Barat Jumat, (23/7).
Lebih lanjut Ady menjelaskan bahwa, ketujuh orang tersebut dipanggil untuk dimintai keterangan terkait adanya dugaan praktik kremasi.
Sementara dalam kesempatan yang sama Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono menjelaskan terkait viral nya dugaan praktik kartel di sebuah rumah duka di daerah jakarta barat.
"Kami (penyidik) Polres Metro Jakarta Barat hingga saat ini telah memanggil sebanyak 7 orang saksi. Ke 7 orang saksi terdiri dari 2 orang pengelola yayasan mulia di Jakarta Barat, 1 orang pengelola krematorium mulia di karawang, dan 1 orang pembuat narasi viral serta3 orang saksi terkait lainnya" ungkap Joko.
Joko menambahkan, dari hasil pemeriksaan sementara dalam kasus dugaan kartel praktik kremasi tersebut diperoleh adanya dugaan praktek percaloan.
"Namun masing-masing berdiri sendiri (pribadi perorang) tidak terorganisir seperti kartel, Mereka modus nya menaikan harga dengan motif memperoleh keuntungan" tutur Joko.
Kasus viralnya narasi dan foto Nota adanya dugaan kartel kremasi kami juga telah melakukan konfirmasi baik penyebar narasi tersebut saudara martin dengan foto nota dari Sdri Astrid.
"Kami konfirmasi yang bersangkutan tidak adanya kecocokan atau informasi yang tidak saling berkaitan. Hingga saat ini kami juga tidak menerima laporan korban adanya dugaan praktik kremasi. Kami masih menunggu adanya laporan dari korban dan kami masih terus melakukan upaya penyelidikan terkait dugaan praktik kremasi tersebut," tutupnya. (lian)