MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

HUKUM DAN KRIMINAL

24 Januari 2026,    00:47 WIB

Senderan Proyek di Ungasan Runtuh, Dua Pekerja Meninggal Dunia


JroBudi

Senderan Proyek di Ungasan Runtuh, Dua Pekerja Meninggal Dunia

Istimewa

Badung-Mediaindonesianews.com: Kecelakaan kerja fatal terjadi di sebuah proyek konstruksi di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (23/1) siang. Senderan tembok penahan tanah dilaporkan ambrol dan menimbun para pekerja yang tengah beraktivitas di lokasi proyek, mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat.

Senderan Proyek di Ungasan Runtuh, Dua Pekerja Meninggal Dunia

Dua korban meninggal dunia diketahui bernama Farhan dan Shohibul Hasan (25). Sementara satu korban selamat, Muhammad Waki, saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan proses evakuasi korban berlangsung sulit karena kondisi medan di lokasi kejadian sangat berisiko.

“Medan di lokasi sangat berbahaya. Struktur tanah masih labil dan ditemukan banyak retakan, sehingga tim harus ekstra hati-hati saat melakukan evakuasi,” ujar Sidakarya.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait lainnya segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Proses pencarian dan evakuasi dilakukan secara manual dan menggunakan alat berat untuk menyingkirkan material longsoran. Salah satu korban, Shohibul Hasan, baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 15.00 WITA dalam kondisi meninggal dunia.

Insiden tersebut memunculkan sorotan terhadap penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek konstruksi, khususnya yang berada di kawasan dengan kontur tanah labil. Saat kejadian, para pekerja diketahui berada di bawah area senderan yang kemudian runtuh secara tiba-tiba.

Pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi di lokasi. Penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya senderan tembok serta memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku usaha konstruksi agar lebih memperhatikan aspek keselamatan kerja, terutama pada proyek-proyek yang memiliki tingkat risiko tinggi, guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa di kemudian hari. (JroBudi)