HUKUM DAN KRIMINAL
Faisal Harris Bahtah Terlibat Dana Bansos Kemensos
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil suami artis Jennifer Dunn, Faisal Harris sebagai saksi terkait kasus dugaan pengadaan Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Kementrian Sosial tahun 2020.
Faisal mengatakan, ia dipanggil hanya sebagai saksi terkait kasus tersebut. Pria 51 tahun itu menyayangkan beberapa pemberitaan di media kalau dirinya terseret dalam dana aliran bansos tersebut.
"Saya sangat menyayangkan dengan pemberitaan yang muncul dibeberapa media, seakan saya ada di dalam dan terlibat kegiatan bansos tersebut, sama sekali berbeda dengan kenyataannya,"kata Faisal saat ditemui awak media. Kamis, (21/12).
Faisal juga menegaskan saat diperiksa KPK ia tidak mengenali orang-orang yang yang telah menjadi tersangka tersebut.
"Dari semua tersangka yang ada, satu pun saya tidak pernah mengenalnya. Apalagi bertemu dengan mereka, saya tegaskan tak pernah," tegasnya
Lebih lanjut, saat dipanggil KPK kapasitasnya hanya sebagai saksi bukan tersangka. Ia juga menambahkan akan kooperatif dan membantu lembaga anti rasuah dalam membongkar kasus tersebut.
"Saya dipanggil sebagai saksi yang tidak ada hubungan pokok perkara korupsi tersebut. Saya dalam hal ini membantu KPK," kata Faisal.
Faisal mengaku, saat pemeriksaan oleh penyidik hanya dimintai keterangan selama hampir kurang dari 60 menit. menurutnya kedatanganya ke KPK membuktikan tak ada keterlibatannya dalam kasus ini.
Kendati demikian, dia memastikan kehadirannya sebagai saksi beberapa waktu lalu hanya ingin membantu pihak KPK. Dalam pemeriksaan dia mengaku hanya didalami soal pembelian rumah oleh salah satu tersangka yang tak dikenalnya.
"Karna salah satu tersangka korupsi Bansos itu katanya pernah membeli rumah saya di tahun 2010 lalu. Saya tidak kenal sama sekali tersangka tersebut yang sering disebut di media, kejadiannya pun sudah lama 13 tahun yang lalu sebelum ada kasus Bansos ini," kata dia.
Faisal Haris juga merasa aneh pemberitaan nya di besar besarkan yg dilakukan saat dia menjadi calon legislatif. Dia menilai ada ada pihak yang merasa keberatan dengan keberadaan dan aktifitasnya selama di dapil Jabar 1.
"Tapi itu hanya praduga saya saja. Mudah-mudahan dugaan saya itu tak benar. Karena kami semua, masyarakat Indonesia pasti menginginkan yang terbaik untuk bangsa dan negara," pungkasnya. (andi)