HUKUM DAN KRIMINAL
ilustrasi
Humbahas-Mediaindonesianews.com: Lembaga Swadaya Masyarakat Reaksi Anak Masyarakat Perduli Orang Miskin (LSM Rampok) meminta Kepala Sekolah SMPN 1 Dolok Sanggul dicopot dari jabatannya, hal ini terkait adanya dugaan pungutan liar (pungli) dengan dalih uang kalender.
“kami meminta Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor, SE melalui Dinas Pendidikan agar kepala sekolah SMPN 1 Dolok Sanggul diperiksa dan dicopot jabatannya sebagai kepala sekolah jika terbukti bersalah.” Kata Direktur Presiden LSM Rampok J. R.Simanggunsong, Selasa (12/12)
Lebih lanjut Simanggunsong mengungkapkan bahwa, pihaknya mendapat informasi adanya tarikan uang kalender sebesar Rp25 ribu per siswa, dari pengumuman melalui Mik sekolah pada Senin, 11/12 sekitar pukul 10.00WIB, agar siswa yang belum membayar uang Kalender harap dibayarkan ke Bendahara begitu juga dari pengakuan siswa yang sudah terekam
“pungutan tersebut bisa lebih apabila ada orangtua siswa yang menyumbangkan lebih dari biaya yang sudah dipatokan” ujarnya.
Menurut Simanggunsong dari penelusurannya jumlah murid yang ada di SMPN 1 Doloksanggul yang terapdate melalui Dapodik pada tahun 2022/2023 sebanyak 920 orang.
“dari perhitungan kami dugaan pungutan liar berkedok kalender yang dilakukan pihak sekolah terhadap siswanya sekitar Rp23 juta dengan perhitungan jika jumlah siswa 920 x Rp25.000 = Rp 23.000.000.” jelasnya
Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 1 Doloksanggul, Arta Uli Marbun, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa perayaan natal tidak bisa dianggarkan dari dana BOS.
“Ito, biaya perayaan natal ga bisa dianggarkan dari dana BOS, dan Bapak ibu guru beserta siswa semua berpartisipasi. Agar perayaan natal kami bisa diselenggarakan, dengan memberi secara sukarela” ujarnya melalui pesan WhatsApp-nya
Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Jonni Gultom menyampaikan bahwa pihaknya tidak menganjurkan untuk mengutip uang Kalender berkedok uang natal apalagi biayanya dipatok.
“tidak ada kami anjurkan untuk mengutip uang Kalender berkedok uang natal apalagi biayanya dipatokan, untuk itu nanti akan kita panggil kepala sekolah tersebut untuk mengklarifikasi lebih lanjut” katanya saat dihubungi via selulernya. (BN)