HEADLINE
IWPG Sukses Menyelenggarakan International Women’s Peace Conference 2021
Korsel-mediaindonesianews.com: Sekitar 800 pemimpin perempuan seluruh dunia hadir dalam International Women’s Peace Conference 2021 yang diselenggarakan oleh International Women's Peace Group (IWPG) dalam merayakan peringatan tahunan ke-7 World Peace Conference.
Konferensi yang diadakan secara online pada pukul 14.00 (waktu setempat) di Korea Selatan bertema “Peran 3,9 Miliar Perempuan untuk Perdamaian Berkelanjutan dan Peningkatan Status Perempuan”
Dalam sambutannya, Ketua IWPG Hyun Sook Yoon mengatakan bahwa IWPG telah menjadi sayap perdamaian dan telah berjalan bersama HWPL untuk mewujudkan perdamaian dunia. “Kami masih terus melakukan yang terbaik dengan mengubah semua aktivitas kami menjadi aktivitas online tanpa tatap muka dan berkomunikasi dengan anggota IWPG di seluruh dunia untuk perdamaian berkelanjutan. Sebanyak 3,9 miliar perempuan dan IWPG akan mewujudkan perdamaian dunia bersama-sama dengan HWPL dengan satu hati dan satu pikiran.” Ujarnya.
Pada acara tersebut, H.E. Peace Regis Mutuuzo, Direktorat Gender dan Pengembangan Masyarakat di Kementerian Tenaga Kerja Gender dan Pembangunan Sosial Uganda, menyampaikan pidato ucapan selamat atas terselenggaranya kegiatan tersebut
“Kita harus merasakan peran global 3,9 miliar perempuan dalam perdamaian berkelanjutan dan kemajuan status perempuan.” katanya
Sementara itu, Hyang Ran Lee, Presiden Dewan Orientasi Penyatuan Republik Korea, menyatakan dukungannya atas penyelenggaraan acara ini.
“Orang-orang yang menghadiri acara ini adalah kekuatan kemerdekaan perdamaian, dan mereka seperti cahaya, hujan, dan udara, yang memberi kehidupan bagi umat manusia. Mereka tidak menyerah pada pandemi dan bekerja untuk mengakhiri perang global.” Jelasnya.
Dalam konferensi kali ini yang menjadi pembicara pertama, Evelyn Letooani, mantan Komisaris Tinggi Lesotho untuk Afrika Selatan, yang berbicara dengan tema “kebutuhan dan nilai kegiatan perdamaian berkelanjutan sejalan dengan situasi saat ini (era normal baru)”.
“Perdamaian dimulai dari saya dan mempengaruhi keluarga saya, tetangga saya, masyarakat saya, dan negara saya. Perdamaian ini dapat ditularkan ke negara-negara tetangga dan seluruh dunia. 3,9 miliar perempuan di seluruh dunia harus bersatu dan bekerja sama dengan IWPG untuk perdamaian dunia dan kemanusiaan.” katanya
Sedangkan pembicara kedua adalah Agatha Susila Anthony Dias, Pendiri dan Direktur Amcha Ghar, India, yang berbicara tentang “Jaringan 3,9 Miliar Perempuan”
“Menjadi pengajar perdamaian IWPG merupakan suatu kehormatan yang akan diwariskan untuk generasi yang akan datang. Kami mendorong 3,9 miliar perempuan untuk mengikuti Pendidikan Pelatihan Pengajar Perdamaian (Peace Lecturer Training Education/ PLTE) untuk menjadi pengajar yang dapat menabur benih perdamaian ini kepada anak-anak muda. Melalui ini, dalam beberapa tahun, kita akan mengalami dunia damai yang akan dicapai oleh DPCW.” Paparnya.
Acara dilanjutkan dengan upacara pelantikan Duta Besar Publisitas IWPG. Dr. Maha Alsakban, Pendiri dan Direktur Pusat Hak Asasi Manusia Perempuan di Irak; Profesor Han Yeon-ju dari Akademi Nasional Provinsi Heilongjiang China; dan Erlinda Olivia Tiu, Sekretaris Nasional Klub Perempuan Filipina Federasi Nasional, yang ditunjuk sebagai Duta Publisitas.
Seperti diketahui IWPG adalah LSM perempuan internasional yang terdaftar di United Nations Department of Global Communications (UN DGC) dan United Nations Economic and Social Council (UN ECOSOC).
Hadir dalam konferensi tersebut H.E. Peace Regis Mutuuzo (Direktorat Gender dan Pengembangan Masyarakat di Kementerian Tenaga Kerja Gender dan Pembangunan Sosial Uganda), Hyang Ran Lee (Presiden Dewan Orientasi Penyatuan Republik Korea), Evelyn Letooani (mantan Komisaris Tinggi Lesotho untuk Afrika Selatan), Agatha Susila Anthony Dias (Pendiri dan Direktur Amcha Ghar, India) dan H.E. Nasseneba Toure (Menteri Perempuan, Keluarga, dan Anak Pantai Gading).***