MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

HEADLINE

12 Juni 2021,    16:17 WIB

Kemendikbudristek Akan Gelar Festival Kampus Merdeka dan Buka Kampus Mengajar Angkatan 2


LN

Kemendikbudristek Akan Gelar Festival Kampus Merdeka dan Buka Kampus Mengajar Angkatan 2

leaflet

Jakarta, mediaindonesianews.com — Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) peluncuran acara “Menuju Festival Kampus Merdeka, Kampus Mengajar Angkatan 2 Tahun 2021” melalui kanal YouTube resmi Kemendikbudristek RI secara berani, Jumat (11/6/2021) . Festival Kampus Merdeka merupakan momen penting yang akan menjadi katalisator kemajuan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia, yang merupakan prioritas Pemerintah Republik Indonesia.

Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim dalam sambutannya mengatakan, kita semua patut berbangga, karena sebanyak 14 ribu mahasiswa dari berbagai kampus telah menjawab panggilan negeri melalui Kampus Mengajar angkatan 1. Mereka berkontribusi terhadap ilmu, kreativitas , dan energi untuk membantu pelajaran adik-adik kita di jenjang sekolah dasar.”

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Nizam mengungkapkan, “Semester lalu, sebanyak 14.621 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang dibimbing 2.077 dosen, telah bergabung di program ini mendampingi guru dan kepala sekolah di 4.810 SD yang tersebar di 458 kabupaten kota seluruh Indonesia.”

“Selama 18 tahun terakhir, Indonesia berada di peringkat bawah untuk nilai kemampuan literasi dan numerasi,” ujar Mendikbudristek. “Tugas kita meningkatkan kompetensi dan membangun karakter pelajar ke depan menantang. Tidak mudah, tetapi kita tidak boleh menyerah. Harapan harus terus menyala untuk mengatasi tantangan yang dihadapi bangsa kita,” tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut Nadim, mahasiswa diundang terlibat dalam Kampus Mengajar Angkatan Kedua yang dirancang tidak hanya untuk membantu pelajar SD tetapi juga SMP. “Kampus Mengajar angkatan 2 akan dilaksanakan bersamaan dengan dimulainya PTM Terbatas. Sehingga, saya berharap teman-teman mahasiswa peserta program ini bisa membantu memastikan PTM terbatas berjalan sesuai dengan panduan yang Kemendikbudristek sediakan,” imbau  Nadiem.

Ketua Sub-Pokja Kampus Mengajar, Ditjen Dikti, Wagiran mengatakan, Kemendikbudristek akan menempatkan 17 ribu mahasiswa di 3.400 SD dan tiga ribu mahasiswa di 375 SMP di seluruh Indonesia. Dijelaskan Wagiran, terdapat tiga hal utama yang akan dilakukan mahasiswa pada Program Kampus Mengajar.

“Pertama adalah membantu proses pembelajaran literasi dan numerasi. Tidak mengganti guru, ya, tetapi bersama-sama guru membantu proses belajar, terutama di situasi pandemi dan mau memasuki PTM terbatas,” jelas Wagiran. “Kemudian juga membantu adaptasi teknologi di sekolah dan mendukung kepala sekolah dalam bidang administrasi dan manajerial,” tambahnya.

Syarat Pendaftaran Kampus Mengajar, dijelaskan Wagiran, adalah mahasiswa minimal berada di semester 5, memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.0 dari 4,0, dan berasal dari perguruan tinggi di bawah naungan Ditjen Dikti dengan program studi terakreditasi B. “Adik- adik mahasiswa yang punya prestasi, pengalaman organisasi, silakan disertakan dalam pendaftaran,” ujarnya. Wagiran juga berharap para dosen juga mengunjungi mahasiswa di lapangan.

Selain itu, dijelaskan Wagiran, mahasiswa akan mendapat konversi 20 SKS yang dapat memenuhi persyaratan kuliah dan diakomodasi di kampus untuk diakui. “Mahasiswa juga akan dapat piagam penghargaan, uang saku, dan potongan uang kuliah,” terang dia.

Kolaborasi Mahasiswa Membantu Pengajaran SD

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Dirjen Pauddikdasmen), Jumeri dalam sambutannya berani mengatakan kolaborasi antara pendidikan tinggi (dikti) dan pendidikan dasar (dikdas) diharapkan dapat terus berkelanjutan guna memberi manfaat bagi perkembangan pendidikan di Indonesia, khususnya jenjang Sekolah Dasar (SD).

“Pada semester ini, dikti dan dikdas telah berkolaborasi memberi dampak positif terhadap kemajuan dan perkembangan empat ribu sekolah dasar di Indonesia. Saya sadar, tidak mudah bagi adik-adik mahasiswa melakukan perubahan-perubahan dan menginisiasi kemajuan-kemajuan di SD. Tapi dengan keberanian, keberanian, dan kreativitas, saya yakin akan banyak cerita baik, praktik-praktik baik yang terjadi di SD-SD kita yang bisa disebarkan dan dicontoh masyarakat,” ujar Dirjen Jumeri secara luas.

“Pada semester depan, sekolah-sekolah kita akan memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Sudah tentu, kehadiran mahasiswa akan sangat membantu perkembangan PTM. Karena, platform pembelajaran kita masih kombinasi antara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan PTM dan kita sadar bahwa penyebaran Covid-19 masih belum sepenuhnya terkendali,” jelas Dirjen Jumeri.

Senada dengan itu, Dirjen Nizam mengatakan, “Pengalaman para mahasiswa ini luar biasa sekali dan manfaat yang dirasakan guru dan siswa yang dibimbing, diinspirasi oleh kakak-kakak mahasiswa, juga sungguh luar biasa. Berbagai inovasi yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa dan berbagai pengalaman yang tak ternilai harganya telah dialami oleh 14.621 mahasiswa tadi,” jelas Dirjen Nizam.

Semester yang akan datang, dijelaskan Dirjen Nizam, Kemendikburistek melalui Dirjen Dikti membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk bergabung kembali di dalam Program Kampus Mengajar Semester Pertama Tahun Ajaran 2021/2022.

Dirjen Nizam juga menjelaskan bahwa para mahasiswa yang mengikuti program ini akan mendapat insentif dari pemerintah dan mendapatkan kredit dalam Sistem Kredit Semester (SKS) atas seluruh karya dan kinerja dalam partisipasi Kampus Mengajar selama tiga bulan ini. “Jangan lupa segera daftar dan siapkan diri Anda untuk mendapatkan pengalaman terbaik yang akan Anda alami dalam program ini,” imbau Dirjen Nizam.

LPDP Terus Dukung Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Kemendikbudristek

Hadir pada kesempatan ini, Direktur Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Dwi Larso, menyatakan pihak LPDP sangat mendukung program Kampus Mengajar, yang ditunjukkan sejak 2020 lalu. “Program-program seperti ini sangat dibutuhkan Indonesia,” terang dia secara virtual.

Diakui Dwi, Indonesia punya tantangan besar bahwa lulusan perguruan tinggi harus siap mendapatkan pekerjaan yang pantas. “Program-program Kemendikbudristek seperti Kampus Merdeka dan pendidikan vokasi ini akan membantu kita menyiapkan putra putri terbaik karir yang elegan dan layak. LPDP sebagai lembaga yang diamanatkan negara untuk mendukung pengembangan SDM bangsa, tidak boleh tinggal diam terhadap apa yang dilakukan Kemendikbudristek,” tegas Dwi Larso.

Lewat program ini, Dwi menilai, siswa akan berkesempatan mengasah soft skill dan mengalami sendiri tantangan pendidikan yang ada di lapangan. “Ini akan menjadi bekal berkarier mereka ke depan,” tutur dia.

Selain itu, kepada para kepala dinas pendidikan di tingkat provinsi dan kabupaten/ kota, Dirjen Jumeri berpesan, “Saya mohon bantuan agar adik-adik mahasiswa didukung, dimotivasi, dan difasilitasi untuk dapat mengabdi lebih baik bagi SD-SD kita di seluruh tanah air. Mudah-mudahan di masa mendatang, program Kampus Merdeka bisa dilaksanakan di jenjang lebih tinggi, yaitu di Sekolah Menengah Pertama (SMP),” harap Dirjen Jumeri.

Mendikbudristek Nadiem berpesan, “Teman-teman mahasiswa, saya mencari pemuda-pemudi yang tidak hanya berprestasi, tapi juga ingin berkontribus. Tidak hanya yang ingin berkembang, tetapi yang memiliki daya juang. Tidak hanya yang mampu, tetapi juga yang mau.”

Mendikbudristek mengungkapkan, lewat program ini, para mahasiswa akan mengasah keterampilan menghadapi emosi, emosional, dan sosial yang akan terus melekat dengan diri sebagai pemimpin masa depan.

“Indonesia butuh pribadi cendekiawan dan pemimpin berempati yang terus berkembang untuk negeri melampaui kepentingan diri sendiri. Jika kalian adalah mahasiswa yang saya cari, mari mengubah tantangan menjadi harapan dengan mengikuti program Kampus Mengajar,” pungkas Mendikbudristek.

Kemendikbudristek Akan Gelar Festival Kampus Merdeka

Festival Kampus Merdeka akan langsung lewat saluran kanal Youtube Kemendikbud RI pada Selasa, 15 Juni 2021. Pada acara ini, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim, dan tokoh-tokoh inspiratif akan hadir sebagai narasumber .

Festival Kampus Merdeka ini akan digelar untuk mengumumkan program unggulan Kampus Merdeka pada publik serta meningkatkan pemahaman warga terkait kebijakan Kampus Merdeka. Selain itu, festival ini bertujuan mendorong para pemangku kepentingan pendidikan berpartisipasi dan berperan aktif menggerakkan program-program Kampus Merdeka.

Pada acara ini, para dosen dan mahasiswa dapat memilih ruang virtual yang diinginkan untuk mana saja industri yang sudah bergabung dan siap melihat seputar implementasi kebijakan Kampus Merdeka.

Informasi lebih lanjut mengenai Kampus Mengajar, dapat mengakses laman resmi kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/kampusmengajar2021 dan Instagram @kampusmengajar. Informasi terkait Festival Kampus Merdeka dapat mengakses laman resmi dikti.kemdikbud.go.id. Pengguna dapat memilih Panel Lainnya, lalu memilih Festival Kampus Merdeka.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id  (LN)