HEADLINE
Kegiatan USAID
Jakarta-mediaindonesianews.com: Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) yang diperingati setiap tanggal 24 Maret digunakan sebagai momentum untuk meninjau dan mengevaluasi program yang telah dilaksanakan, merumuskan perbaikan mendesak serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap penyakit TBC.
Pertemuan besar secara daring guna memperkuat kerja sama dan koordinasi solusi keterlibatan sektor swasta dalam program nasional eliminasi TBC dilaksanakan pada 24 Maret-5 April 2021. Pertemuan yang diorganisasikan oleh USAID Tuberculosis Private Sector (TBPS) mengambil tema “Setiap Detik Berharga, Selamatkan Bangsa dari Tuberkulosis” dan bertajuk "Pekan Temu Berbagi Pengetahuan untuk sejawat dalam rangka peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2021”, merupakan forum diskusi yang melibatkan sejumlah organisasi profesi dan asosiasi terkemuka dalam mengembangkan dan memastikan keterlibatan dan kontribusi sektor swasta pada program nasional eliminasi TBC.
Menteri Kesehatan, Budi G Sadikin mengatakan bahwa, berbagai upaya dilakukan untuk keberhasilan USAID Tuberculosis Private Sector (USAID TBPS). Penanggulangan TBC yakni mengupayakan penerbitan Peraturan Presiden tentang Penanggulangan Tuberkulosis untuk memperkuat dukungan seluruh jajaran Pemerintah dan masyarakat, mengupayakan Perjanjian Kerjasama antara Kementerian Kesehatan dengan berbagai Kementerian/Lembaga untuk memperkuat peran dan memperkuat dukungan lintas sektor integrasi penanganan TBC dengan stunting di 160 Kabupaten/Kota, optimalisasi peran LSM dalam penemuan kasus TBC.
“digitalisasi pemantauan minum obat pasien TBC dan penerapan mekanisme agar pasien TBC dapat berobat sampai sembuh dalam situasi Pandemi COVID-19 dan pemenuhan sarana dan prasarana diagnostik, logistik serta sumber daya manusia. Pemerintah Amerika Serikat melalui USAID berkomitmen mendukung Indonesia dalam menangani persoalan di bidang kesehatan khususnya TBC,” katanya.
Sementara itu Direktur USAID Indonesia Ryan Washburn mengatakan, “Peringatan Hari TBC Sedunia tahun ini mengingatkan kita bahwa meskipun COVID-19 masih mendominasi berita di media, penyakit menular lainnya masih tetap ada.
"Pemerintah Amerika Serikat, melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat, mendukung upaya Indonesia untuk kembali meningkatkan semangat perang melawan TBC dan mempertahankan target eliminasi TBC tahun 2030. Untuk itu, kami gembira dapat mendukung rangkaian pekan webinar yang dirancang untuk memberdayakan tenaga kesehatan Indonesia dengan pengetahuan yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengobati TBC dan COVID-19,” pungkasnya.
Seperti diketahui bahwa, USAID TBPS bekerja mendukung Pemerintah RI dalam mencapai tujuan Program Nasional Eliminasi TBC pada tahun 2030 melalui kemitraan dengan pelayanan Kesehatan sektor swasta. Kemitraan ini berfokus pada peningkatan deteksi kasus TBC, memperbaiki akses pada diagnostik dan obat yang modern, meningkatkan notifikasi kasus TBC, serta memperbaiki layanan sektor publik bagi komitmen dan respons yang berkelanjutan.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah organisasi profesi dan asosiasi layanan kesehatan yang berperan penting dalam mendukung eliminasi TBC. Diantaranya, IDI, PPNI, PERSI, ARSSI, PDKI, ILKI, PdsPatklin, Patelki, PKFI, dan PAFI. (Lian)