MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

HEADLINE

01 Februari 2021,    01:38 WIB

Survei IDM Jika Pemilu Digelar, Inilah Hasilnya Hari Ini


ipungs

Survei IDM Jika Pemilu Digelar, Inilah Hasilnya Hari Ini

Tri Permadi

Jakarta-mediaindonesianews.com: Jajak Pendapat (survey) masyarakat Indonesia terkait dampak Covid-19 terhadap kehidupan serta sikap dan opini masyarakat disaat Covid terhadap Pemerintah dan Partai Partai Politik dilakukan Indonesia Development Monitoring (IDM).

Survei IDM Jika Pemilu Digelar, Inilah Hasilnya Hari Ini

“Survei nasional IDM kami lakukan pada 10–19 Januari 2021 melalui wawancara per telepon kepada 1650 responden yang dipilih secara acak (random). Margin of error survei diperkirakan +/-2.44%. dengan Tingkat Kepercayaan 95%” ujar Direktur Eksekutive IDM, Tri Permadi.SE melalui rilis yang diterima mediaindonesianews.com, Minggu (31/1)

Menurut Tri, setelah satu tahun pengaruh pandemi Covid-19 terhadap kehidupan sosial masyarakat, ekonomi masyarakat, sikap dan penilaian politik nasional akibat Covid serta penilaian masyarakat terhadap program program penanggulangan Covid dan dampaknya serta pelaksanaanya oleh pemerintahan Joko Widodo - Maruf Amin. 

“Responden tersebar secara proposional di 34 Provinsi dan yang sudah berumur lebih dari 17 Tahun, secara kriteria demographi responden yang tingal di perkotaan 58,1 persen dan di pedesaan 41,9 persen. Berdasarkan  aktivitas responden sehari hari sebanyak 41,8 persen merupakan pekerja di sektor formal dan informal baik di Swasta, BUMN maupun ASN, sebanyak 29,8 persen merupakan ibu rumah tangga, sebanyak 17,2 persen merupakan pelaku usaha atau pemilik usaha dan 11,2 persen merupakan mahasiswa, pencari  kerja dan lain lain.” paparnya

Lebih lanjut Tri menjelaskan bahwa dari survei tersebut menghasilkan data penilaian sebanyak 88,9 persen responden dampak pandemi covid sangat mempengaruhi kehidupan dan aktivitas masyarakat dan sebanyak 11,1 persen menyatakan tidak begitu berdampak terhadap kegiatan dan aktivitasnya. 

“Sebanyak 66,8 persen responden menyatakan akibat dampak Covid 19 pendapatan ekonomi keluarga mereka menurun hingga 50 persen lebih dibanding sebelum adanya Covid dan sebanyak 29,6 persen mengaku pendapatan mereka menurun hingga 25-40 persen serta sebanyak 3,6 persen menyatakan pendapatan ekonomi keluarga turun dibawah 25 persen.” Katanya

Dari hasil survei tersebut menunjukan bahwa sejak pandemi, menyebabkan daya beli masyarakat juga terpantau begitu rendah. Selain itu juga dikarenakan tidak bisa memiliki banyak kesempatan untuk bergerak, masyarakat juga memiliki keterbatasan dana untuk dibelanjakan. Rendahnya permintaan ini kemudian menyebabkan munculnya deflasi atau penurunan harga-harga barang di pasaran. Bahkan, banyak produsen yang menawarkan harga diskon hanya demi menghabiskan stok.

“Namun dari hasil survei didapati bahwa sebanyak 81,9 persen responden percaya dengan program program pemulihan ekonomi oleh Pemerintah akan bisa mengatasi pandemi terhadap kehidupan perekonomian masyarakat sedangkan 11,7 persen meragukan, sedangkan sebanyak 6,4 persen tidak percaya dengan program program pemulihan ekonomi oleh pemerintah.” Ujarnya.

Sementara, lanjut Tri sebanyak 74,9 persen masyarakat tetap mendukung dan percaya pemeritahan Jokowi - Maruf Amin hingga akhir jabatan selesai hingga tahun 2024 dan sebanyak 21,3 persen tidak percaya dengan pemerintahan Jokowi - Maruf Amin akan selesai hingga 2024 dan sebanyak 3,8 persen tidak memberikan jawaban apapaun.

Terkait Vaksin Covid 19 yang disediakan pemerintah dari hasil survei menunjukkan 19,2 persen responden tidak percaya bahwa vaksin Covid-19 yang akan disediakan pemerintah aman bagi kesehatan penggunanya. Sedangkan Yang percaya bahwa vaksin tersebut aman mencapai 70,6 persen, sementara yang tidak memberikan pernyataan 10,2 persen.

Dari survei diketahui juga bahwa 79,9 persen responden di bersedia untuk mengikuti program Vaksinisasi dan sebanyak 11,8 persen masih ragu, sedangkan 8,3 persen tidak mau di vaksin. 

“hasil survei tersebut bisa disimpulkan bahwa  persentase mereka yang percaya bahwa vaksin aman jauh lebih besar daripada yang tidak percaya dan kepercayaan pada tingkat keamanan vaksin mempengaruhi kesediaan warga untuk divaksin.” Jelasnya.

Tri Permadi memaparkan juga bahwa terkait masalah pengelolaan pemerintahan yang bersih di masa Covid, dari hasil survei didapati bahwa 63,8 persen menyatakan pemerintahan Joko Widodo tidak dikelola secara clean Goverment sebanyak 20,8 persen menyatakan pemerintahan sudah dikelola secara clean goverment dan sebanyak 15,4 tidak memberikan pernyataan 

Dari survei diketahui juga bahwa sebanyak 69,2 persen penyelewengan dan korupsi uang negara, pungli dilakukan oleh kader dan politisi parpol. Sebanyak 30,8 menyatakan penyelewengan uang negara, pungli dan korupsi dilakukan oleh aparatur sipil negara serta aparat penegak hukum.

Terkait stabilitas politik di era pemerintahan Jokowi- Ma'ruf 60,7 persen responden menyatakan dukungan politik untuk pemerintah dari parpol sangat kuat dan stabil. Dan sebanyak 30,1 persen dukungan politik oleh parpol pada pemerintahan Jokowi - Maruf sangat lemah, dan sebanyak 9,2 persen tidak memberikan pernyataan. 

Dengan pertanyaan kepada responden tentang pendapat responden terhadap dukungan parpol terhdap pemerintahan Jokowi-Maruf Dari survei diketahui bahwa tingkat dukungan parpol di parlemen yang paling tinggi dukungan nya kepada pemerintahan jokowi-  maruf menurut 1650 responden adalah Partai Golkar dinilai 96,7 persen sangat mendukung program program pemerintahan Jokowi - Maruf Amin. PDI Perjuangan 90,8 persen, PKB 87,7 persen, Nasdem 86,8 persen, PPP 80,7 persen, Gerindra 48,6 persen , Partai Demokrat 30,7 persen, PAN 30,5 persen, PKS 29,7 persen

Tri Permadi memaparkan bahwa tanpa menyebutkan nama parpol kepada 1650 responden, ketika ditanya parpol mana yang akan dipilih jika pemilu digelar hari ini, dan hasilnya, sebanyak 16,7 persen memilih PDI Perjuangan. 16,1 persen memilih partai GOLKAR. 11,6 persen memilih Partai Demokrat. 8,9 persen memilih PKB. 6,6 persen memilih PKS. 6,2 persen memilih NASDEM. 5,2 persen GERINDRA. 2,3 persen memilih PSI. 2,1 persen memilih PAN. 2.1 persen memilih PPP. 1.4 persen memilih HANURA. 1,1 persen memilih partai Gelora. 1,1 persen memilih PBB. 0,7 persen memilih PKPI. 0,7 persen memilih Perindo. 0,2 persen memilih Partai Garuda. 0.2 persen memilih partai Berkarya dan tidak memberikan pilihan sebanyak 16,8 persen.

“Sementara ketika disebutkan  9 parpol yang memiliki kursi di DPR RI kepada 1650 responden kemudian ditanyakan partai mana yang akan dipilih jika dilakukan pemilu hari ini? Maka dari hasil survei pilihan 1650 responden sebanyak 18,2 persen memilih PDI Perjuangan. 18,1 persen memilih partai Golkar. 14,2 persen memilih Partai Demokrat. 9.7 persen memilih PKB. 7,7 persen memilih PKS. 6,4 persen memilih Nasdem. 5,9 persen memilih GERINDRA. 3.1 persen memilih PAN. 1.9  persen memilih PPP. 5,2 persen akan memilih partai lainnya dan sebanyak 9,6 persen tidak memilih” pungkasnya.