MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

HEADLINE

13 September 2020,    11:50 WIB

Inilah Lima Rekomendasi KPAI Untuk Sekolah Kebiasaan Baru


oke tim

Inilah Lima Rekomendasi KPAI Untuk Sekolah Kebiasaan Baru

Jakarta-MINews.com : Komisi Perlindungan Anak Indnesia (KPAI) di damping KPAID Jawa Barat dan KPAD kabuaten Tasikmalaya mengunjungi SMPN 1 Rajapolah dan SMKN Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

“Ini adalah kunjungan sekolah ke 31 dan 32 KPAI sejak pandemik covid 19 guna melakukan pengawasan langsung ke sejumlah sekolah di berbagai daerah terkait persiapan memenuhi daftar periksa pembelajaran tatap muka saat adaptasi kebiasaan  baru di satuan pendidikan.” Ujar Retno Listyarti, Komisioner KPAI dalam Siaran Pers yang diterima MINews.com, Sabtu, (10/9).

Dipilihnya SMKN Manonjaya karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membuka tatap muka untuk seluruh SMK di semua zona hanya untuk praktek materi esensial baik di laboratorium maupun bengkel, tujuannya agar skill (keterampilan) para siswa vokasi dapat dilaksanakan atas nama kualitas lulusan yang siap bersaing diindustri kerja.

“Secara umum persiapan SMKN Manonjaya jauh lebih baik daripada SMPN 1 Rajapolah. SMKN Manonjaya sudah memenuhi daftar periksa infrastruktur yang di persyaratkan, hanya butuh beberapa perbaikan dan tambahan saja, terutama pada ruang-ruang praktek yang minim sarana adaptasi kebiasaan baru di sekolah,” katanya.

Menurut Retno, Protokol kesehatan/SOP  adaptasi kebiasaan baru belum seluruhnya dibuat oleh kedua sekolah tersebut, baik SMKN Manonjaya maupun SMPN 1 Rajapolah.  Begitu masuk gerbang SMKN Manonjaya, seluruh kendaraan bermotor harus melewati bilik cairan disinfektan. Tidak jauh dari pintu gerbang ada sederetan kran cuci tangan sekitar 20 kran, airnya pun mengalir deras dan dilengkapi dengan sabun cuci tangan tapi tidak ada tisu. Namun, antara kran yang satu dengan yang lain terlalu berdekatan, tidak sampai 1 meter antara kran yang satu dengan kran yang lain.  

“Demikian pun  di SMPN 1 Rajapolah, Tasikmalaya, di dekat pintu gerbang sekolah sudah disiapkan 2 wastafel, jumlah ini masih kurang karena dalam Protokol/SOP kedatangan siswa  ada kewajiban bahwa setiap siswa yang datang wajib mencuci tangan dengan cara yang benar.  Jika siswanya berjumlah 1000 lebih, maka setidaknya di pintu gerbang diperlukan 5 – 10 wastafel di posisi dekat pintu gerbang sekolah, walau diawal siswa hanya masuk separuhnya,” terangnya.

Lebih lanjut Retno, mengatakan ada lima rekomendasi yang perlu diperhatikan, yakni , Pertama, KPAI mendorong pihak sekolah memenuhi infrastruktur sesuai daftar periksa Kemdikbud, namun dengan memastikan ratio jumlah alat dengan jumlah siswa dan juga kondisi peralatan atau sarana yang digunakan dalam keadaan baik; Kedua, KPAI mendorong pihak sekolah untuk membuat  Protokol kesehatan/SOP adaptasi kebiasaan baru  di sekolah  secepatnya agar dapat disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah dan juga orangtua siswa; Ketiga, KPAI mendorong kepada pihak sekolah untuk melakukan simulasi dahulu pada seperempat siswa yang akan melakukan praktik untuk materi esensial di laboratorium atau bengkel. Simulasi sekaligus melihat dan mengevaluasi apakah peserta didik dan para guru patih terhadap protocol kesehatan/SOP selama berada di sekolah.

“Keempat, KPAI mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya untuk memastikan sekolah menerapkan kurikulum dalam situasi darurat atau kurikulum yang disederhanakan selama masa pandemic; dan Kelima KPAI mendorong Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya untuk membantu dukungan anggaran bagi sekolah dalam menyiapkan infrastruktur dan protocol kesehatan/SOP,” pungkas Retno. (LiaN)