MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

HEADLINE

02 Maret 2026,    21:21 WIB

Dubes Iran Apresiasi Niat Indonesia Jadi Mediator, Tegaskan Tak Akan Negosiasi dengan AS


Fathan

Dubes Iran Apresiasi Niat Indonesia Jadi Mediator, Tegaskan Tak Akan Negosiasi dengan AS

Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com: Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menggelar konferensi pers, menyikapi serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 lalu.

Konferensi pers tersebut berlangsung di kediaman Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Dalam pernyataannya, Iran mengutuk keras serangan yang disebut melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut Boroujerdi, sebagai negara berdaulat, Iran memiliki hak untuk membela diri dan melakukan serangan balasan. Ia juga menilai serangan tersebut mencerminkan tidak adanya penghormatan terhadap bulan suci Ramadan.

“Serangan ini juga merupakan bentuk tidak adanya penghormatan Amerika Serikat dan Israel terhadap bulan Ramadan,” ujarnya, di Jakarta Pusat, Senin (2/3)

Ia menyampaikan, berdasarkan data yang diterima pemerintah Iran, jumlah korban akibat serangan tersebut mencapai 555 orang. Disebutkan, sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak.

Dalam kesempatan itu, Boroujerdi juga mengonfirmasi bahwa Iran telah melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara tetangga yang menjadi lokasi basis militer Amerika Serikat. Ia menyayangkan keterlibatan negara-negara tersebut sebagai titik operasi militer terhadap Iran.

Terkait kemungkinan perundingan, Iran menegaskan tidak akan melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat. Boroujerdi menyatakan, sikap tersebut diambil karena Washington dinilai berulang kali melanggar perjanjian damai.

“Perlu dipertanyakan jaminan kesepakatan oleh Amerika Serikat, dan Iran tidak ingin menjadi pihak yang ditipu,” tegasnya.

Di sisi lain, Boroujerdi menyampaikan apresiasi atas keinginan Indonesia untuk berperan sebagai mediator perdamaian. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk membantu menengahi konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat.

Meski demikian, Boroujerdi mengaku meragukan komitmen Amerika Serikat terhadap kesepakatan yang mungkin difasilitasi Indonesia.

Dalam konferensi pers tersebut, Iran juga meminta negara-negara Islam untuk memberikan dukungan melalui forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Selain itu, Iran mendorong Indonesia sebagai penyelenggara forum Developing Eight Organization for Economic Cooperation (D-8) untuk aktif menyuarakan upaya perdamaian atas konflik yang tengah berlangsung. (FF)