HEADLINE
Istimewa
Aceh Timur-Mediaindonesianews.com: Ribuan warga Aceh Timur yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Aceh Bersatu (GARAB) menggelar aksi turun ke jalan untuk mendesak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar menetapkan bencana banjir besar yang melanda Aceh dan Sumatera sebagai bencana nasional.
Pantauan di lapangan, meski diguyur hujan gerimis, massa aksi memadati ruas jalan di wilayah Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (16/12). Aksi yang dimulai sejak pukul 11.30 WIB tersebut menyebabkan kemacetan panjang hingga lebih dari dua jam.
Dalam aksi itu, ribuan warga dari sejumlah desa membawa bendera putih serta puluhan bendera Bulan Bintang. Mereka juga menyampaikan petisi dan tuntutan resmi terkait dampak banjir besar yang melanda Aceh dan Sumatera Utara pada akhir November 2025 lalu.
Juru bicara GARAB, Masri, dalam orasinya menegaskan bahwa bencana tersebut telah menimbulkan dampak kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur dalam skala sangat luas. Ia menyebut ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat rumah terendam dan rusak berat, sementara fasilitas umum seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan parah bahkan terputus.
“Seribuan warga meninggal dunia dan banyak lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, risiko penyakit pascabanjir semakin meningkat,” ujar Masri di hadapan massa.
Menurutnya, puluhan ribu warga hingga kini masih mengungsi tanpa kepastian. Infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, sekolah, dan fasilitas kesehatan dilaporkan lumpuh total, sehingga aktivitas perekonomian masyarakat terhenti dan menimbulkan kerugian besar.
“Kondisi ini bukan lagi bencana lokal. Dampaknya sudah lintas provinsi dan membutuhkan penanganan cepat, terkoordinasi, serta menyeluruh dari pemerintah pusat,” tegasnya.
Masri juga menyampaikan ultimatum kepada pemerintah. Ia menyatakan, apabila tuntutan penetapan bencana nasional tidak dipenuhi hingga 30 Desember mendatang, GARAB bersama masyarakat akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar. (msl)