MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

HEADLINE

14 September 2025,    10:23 WIB

Pengiat Anti Korupsi Bali Terus Lawan “Tekanan” Lemahkan Pemberantasan Korupsi


Tim Red

Pengiat Anti Korupsi Bali Terus Lawan “Tekanan” Lemahkan Pemberantasan Korupsi

Pande Mangku Rate

Bali-Mediaindonesianews.com: Korupsi masih menjadi persoalan besar bangsa. Masyarakat sadar, praktik ini telah membuat negara kacau pembangunan terhambat, keadilan terabaikan, dan rakyat kecil semakin terjepit. Namun, pemberantasannya tidak semudah yang dibayangkan, hal tersebut disampaikan Pande Mangku Rata, salah satu pengiat anti korupsi Bali, Minggu (14/9).

Menurut Mangku, bahkan Presiden sekalipun, dengan segala kewenangan yang dimiliki, masih menghadapi kesulitan dalam menuntaskan korupsi. Apalagi penggiat antikorupsi yang hanya bergerak dengan sumber daya terbatas.

“Kalau presiden saja sulit, apalagi kami penggiat. Tapi menyerah bukan pilihan. Kami harus terus berdiri,” ujarnya

Lebih lanjut aktivis anti korupsi tersebut menyebut, koruptor sudah terlalu kuat, menguasai uang, jaringan, dan kekuasaan. Mereka tidak segan membungkam kritik, bahkan membuli para penggiat yang berusaha mendorong transparansi.

“Kami sering dibully, difitnah, seolah-olah lemah. Tapi itu justru membuat kami sadar bahwa perjuangan ini penting. Jangan sampai tekanan membuat kita berhenti,” tambahnya.

Namun, bagi Mangku, suara nyinyir atau kritik keras bukanlah hal yang harus ditakuti. Justru bisa menjadi pemicu agar dirinya untuk terus mensuport pemerintah dan peneggak hukum untuk lebih serius.

“Mungkin saja mereka yang nyinyir adalah antek-antek koruptor. Tapi bisa juga mereka sebenarnya sedang mendorong agar presiden dan aparat lebih keras lagi melawan korupsi,” ungkapnya.

Dengan kata lain, kritik harus direspon dengan kerja nyata, bukan kemarahan. Transparansi aparat penegak hukum, keberanian menindak tegas, dan partisipasi publik tetap menjadi kunci.

Mangku juga mengingatkan, jika pemberantasan korupsi tidak dijalankan secara terbuka, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan. Situasi ini berbahaya karena berpotensi memicu gejolak sosial, sebagaimana pernah terjadi di beberapa negara lain.

“Kita tidak ingin Bali mengalami hal seperti itu. Keamanan memang penting, tapi yang lebih penting adalah menjaga hati nurani rakyat agar percaya bahwa korupsi benar-benar bisa diberantas,” tegasnya.

Selain itu dirinya juga berharap pemberantasan korupsi bukan hanya soal hukum, namun juga menyangkut pencegahan, penyadaran publik, serta komitmen moral seluruh elemen bangsa. Selama ada kesadaran kolektif, harapan untuk keluar dari lingkaran gelap korupsi tetap terbuka.

“Jangan pernah menyerah. Semakin banyak yang bersuara, semakin besar peluang korupsi bisa dilawan,” pungkasnya.