MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

FOKUS

01 Agustus 2021,    12:07 WIB

Peran Milenial Dalam Ekonomi Kedepan Memiliki Andil Besar


Lian

Peran Milenial Dalam Ekonomi Kedepan Memiliki Andil Besar

Peran Milenial Dalam Ekonomi Kedepan Memiliki Andil Besar

Jakarta-mediaindonesianews.com: Para mahasiswa yang seringkali disebut sebagai agent of change yang diharapkan memberikan perubahan dan solusi yang adaptif terkait dengan kondisi pandemik ini terkhusus dalam bidang ekonomi. Perkembangan yang pesat dari berbagai sektor khususnya teknologi membuka peluang usaha dalam sektor industri kreatif. Generasi milenialkhususnya mahasiswa memiliki potensi yang besar sebagai wirausaha demi mengembangkan ekonomi Indonesia.

Peran Milenial Dalam Ekonomi Kedepan Memiliki Andil Besar

Dewan eksekutif mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Islam UIN Bandung berkolaborasi dengan OK OCE milenial Jawa Barat mengusung webinar yang diselenggarakan pada hari Sabtu (31/7). Webinar kali ini mengusung konsep WEKECE: “Peran Mahasiswa Milenial dalam Optimalisasi Sektor Ekonomi Kreatif Terhadap Urgensi Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Sebagai Tonggak Kemajuan Masa Depan Bangsa”.

Acara dibuka Dekan FEBI UIN SGD Bandung, Dr. H. Dudang Godjali, M. Ag, Ketua OK OCE Milenial Jawa Barat yang diwakilkan oleh Azmi Zaidan, serta Ketua Umum OK OCE, Iim Rusyamsi, MM.

Dalam sambutannya, Iim Rusyamsi menyatakan bahwa komposisi pelaku usaha di Indonesia ini mayoritas merupakan UMKM dengan proporsi 99.9% atau sekitar 64 juta pelaku usaha. Namun dengan adanya pandemi, membuat UMKM kewalahan untuk bertahan. Oleh sebab itu dengan adanya webinar ini maka diharapkan dapat membantu UMKM dengan memberdayakan mahasiswa khususnya dalam sektor ekonomi kreatif, ujar Iim Rusyamsi.

Peran Milenial Dalam Ekonomi Kedepan Memiliki Andil Besar

Sementara Dr. Deni Kamaludin Yusup, M. Ag dalam paparannya membahas mengenai peranan kaum milenial dalam mengembangkan ekonomi kreatif dan pemulihan ekonomi akibat Covid-19.

Menurutnya, suatu negara akan menjadi negara maju apabila 7 persen dari penduduknya berwirausaha. Hal tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia yang perlu didukung oleh berbagai pihak.

“Peran kaum milenial dalam ekonomi kedepannya memiliki andil yang besar. Dimasa yang akan datang generasi X ataupun baby boomers akan digantikan oleh kaum milenial. Terdapat tantangan besar yang dalam hal pemulihan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi. Jadi kita lihat yang cenderung yang ingin menjadi wirausaha adalah kaum milenial. Maka saya sepakat kalau kaum milenial menjadi kelompok yang paling menentukan kedepannya”, tuturnya.

Sementara itu Dr. H. Dede Yusuf Macan Effendi, ST., M.I.Pol mengatakan, bahwa peluang terkecil dalam memulai bisnis di era pandemi ini dengan membuat E-Commerce, dimana dengan memulai E-Commerce ini, tidak diperlukan karyawan, tidak membutuhkan gudang dan tidak perlu memiliki barang langsung.

“untuk memulai E-Commerce ini, biaya yang perlu untuk disiapkan hanyalah modal kerja dan modal promosi saja.” katanya

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA., MBA memprediksi bahwa di tahun 2020 hingga 2035 Indonesia mengalami bonus demografi, dimana populasi usia produktif (15 tahun hingga 34 tahun) lebih banyak daripada usia non-produktif.

“ada tiga cara (3E) untuk memaksimalkan potensi anak muda dalam menghadapi bonus demografi, yaitu education, employment, dan engagement. Berkaitan dengan education, perlu dilakukan peningkatan kualitas pendidikan anak muda untuk meningkatkan hard skill dan soft skill setiap individu. Kemudian, employment berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja yang dapat menyerap jumlah tenaga kerja yang tinggi. Cara terakhir yaitu engagement, dimana anak muda harus berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial, politik, dan perekonomian bangsa.” Paparnya.

Bonus demografi di Indonesia, Lanjut Sandi dapat membawa dampak positif sekaligus dampak negatif. Contoh dampak positif dari bonus demografi ialah pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang meningkat dan maju berkembangnya industri lokal bangsa. Namun, bonus demografi ini dapat menyebabkan tingginya persaingan antar individu di lapangan kerja sehingga dapat meningkatkan jumlah pengangguran dan tingginya angka kemiskinan.

“Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) ikut mengalami dampak dari adanya pandemi. Misalnya, wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia cenderung turun hingga 75%. Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk pemulihan parekraf ialah dilakukannya peningkatan kapasitas SDM, revitalisasi destinasi pariwisata dan infrastruktur ekraf, peningkatan resiliensi dan daya saing usaha, inovasi produk dan jasa kreatif, serta pemulihan dan perluasan pasar,” jelasnnya.

Menurut Sandi, pada tahun 2023, Indonesia memiliki target untuk meningkatkan adaptasi dan akselerasi digitalisasi kepada 30 juta UMKM Indonesia dengan program “Bangga Buatan Indonesia”.

“Contoh program Kemenparekraf ialah pelatihan dan pendampingan secara digital (Widuri Ekraf, Masamo), BEKUP (Baparekaf for startup), Bantuan Intensif Pemerintah (BIP), food startup Indonesia, dan SCENE yang telah terverifikasi CHSE,” pungkasnya. (lian)