FOKUS
DR. Marlinda Irwanti SE. M.Si
Jakarta-mediaindonesianews.com: Dampak Pandemi Covid-19 yang telah menggerus berbagai aspek kehidupan, tidak boleh menjadi penghalang bagi kita untuk tetap berkarya. Membangun kebersamaan dan menguatkan komitmen kebangsaan kita, melalui transformasi pendidikan kita harus tetap bergerak serentak mewujudkan Merdeka Belajar. Pandemi ini menjadi pemicu perubahan mendasar dalam dunia pendidikan. Sudah saatnya tidak ada sebutan 3T lagi untuk pendidikan Indonesia, karena dunia sudah terhubung tanpa jarak, tidak ada batas geografi untuk hak pendidikan, dalam memperingati hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 76 tahun maka anak-anak Indonesia juga harus merdeka dalam belajar. Demikian dikatakan DR. Marlinda Irwanti SE. M.Si, Direktur Pasca Sarjana Universitas Sahid, Minggu (20/7)
"Tidak ada artinya kemerdekaan kalau belum merdeka anak-anak Indonesia dalam belajar. Tidak ada jarak geografi, mereka yang tinggal di Papua, Aceh, Sulawesi bisa belajar jarak jauh ke universitas-universitas yang mereka inginkan tanpa harus berpindah tempat, road map atau blue print kampus daring atau online dan sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyiapkan," katanya.
Menurut Marlinda, kini buku-buku sudah bisa diganti E-book, akses Perpusnas yang bagus, akses buku sekarang mudah didapat, anggaran pembuatan buku paket yang kadang memberatkan orangtua sudah harus diganti dengan tablet-tablet yang diisi dengan mata kuliah atau mata pelajaran, tidak ada lagi buku-buku yang berat harus dibawa ke sekolah atau kampus.
"Pola pikir dan mindset guru atau dosen dan anak didik atau mahasiswa harus berubah, pola mengajar, sistem manajemen kampus dan sekolah," tuturnya.
Marlinda berharap, dengan memperingati 76 tahun Kemerdekaan Indonesia, anak-anak dan generasi muda Indonesia merdeka juga dalam belajar, saatnya kita memiliki satelit pendidikan yang menjangkau seluruh wilayah indonesia, tidak ada lagi anak Bangsa yang disebut tinggal di 3T, akan tetapi semua terjangkau oleh kehadiran internet.
“Indonesia akan menjadi negara besar di Asia dengan pendidikan yang terbaik, saatnya kita memasarkan pendidikan di dunia internasional dan Pasca Sarjana Sahid juga membuka kelas Internasional bagi warga negara asing, kita harus mampu menembus pasar global dalam dunia pendidikan, bukan hanya di Indonesia, kita mampu, dosen dan guru-guru kita mempunyai kompetensi dan kapabilitas yang tidak kalah dari dosen dan guru luar," pungkasnya. (lian).