FOKUS
Kemensos Bentuk KSB Tulangbawang Barat
Tulangbawang Barat-mediaindonesianews.com: Kementerian Sosial (Kemensos) terus gencar melakukan pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) sebagai strategi kesiapan dan mitigasi bencana. Masyarakat yang ada di dua desa di Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung diberikan arahan dan pembekalan materi-materi kebencanaan dan simulasi apabila terjadi bencana, Rabu (26/5)
Dua Desa yang dipilih untuk pembentukan KSB kali ini adalah Desa Panaragan dan Desa Udik, dimana kedua Desa tersebut sering terjadi Bencana Angin Puting Beliung dan Banjir akibat meluapnya Sungai Way Kanan dan Way Kiri.
Bupati Tulangbawang Barat, Umar Ahmad didampingi Kasubdit Kesiapsiagaan Mitigasi, Iyan Kusmadiana menyerahkan logistik senilai lebih dari 106 juta rupiah untuk di mengisi dua lumbung KSB Tulangbawang Barat masing - masing 53 juta rupiah.
"kami berharap kemampuan teknis seperti ini tidak hanya sekedar diketahui relawan yang sudah tergabung tetapi masyarakat lebih banyak lagi yg mengetahui, harapannya juga bukan hanya di dua titik kawasan tapi semua wilayah harus jadi kawasan siaga bencana juga." Ujar Bupati
Tampak masyarakat setempat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dengan diselenggarakan kegiatan berbasis masyarakat, Warga Tubaba diberikan pelatihan mulai dari pemetaan wilayah, penyiapan skema evakuasi, pertolongan pertama, hingga pendirian posko pengungsian.
Sementara itu Kasubdit Kesiapsiagaan Mitigasi, Kemensos Iyan Kusmadiana mengatakan bahwa, dengan dibentuknya dua KSB di Kabupaten Tulangbawang Barat ini menambah jumlah KSB di seluruh Indonesia menjadi 782 Kampung siaga bencana.
"diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat sekaligus bisa meminimalisir bencana Banjir dan Angin Puting Beliung yang datang sewaktu-waktu." Jelasnya
Antoni salah satu relawan KSB mengungkapkan bahwa, kegiatan mitigasi bencana seperti ini baru pertama kali di rasakan dan berharap ketika bencana banjir terjadi dapat menyiapkan diri dengan baik.
"Kami disini minta tolong dipantau, selalu dibimbing karena ini hanya tiga hari dan kita juga perlu penunjang seperti dapur umum, tenda tenda dan pelampung karena banyak orang yang tidak bisa berenang juga jangan sampai kita mau membantu eh relawannya tenggelam juga" katanya. (Krisno/Benz)