FOKUS
Dr. Denny Tewu SE, MM
Jakarta-mediaindonesianews.com:Salah satu harapan penerapan Otonomi Daerah (Otda) adalah daerah bisa mandiri secara fiscal, namun kenyataaannya setelah 25 tahun berjalan, masih banyak daerah yang sangat tergantung dari transfer pusat.
“Ya kelihatannya seperti itu, bisa kita lihat dari indikator Perusahaan-perusahaan yang Go Publik 95%an umumnya beralamat di Jakarta, mengapa daerah belum memanfaatkannya, ya bisa dilihat dari skala perusahaan daerah yang belum memadai, atau SDM yang belum siap, bisa juga karena regulasi yang membuat perusahaan daerah hanya mengerjakan yang kecil-kecil saja, sementara proyek besar digarap perusahaan-perusahaan besar dari Jakarta, hal ini perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat,” papar DR. Denny Tewu, SE.,MM., Wakil Rektor 2 Universitas Kristen Indonesia (UKI) kepada mediaindonesianews.com, Rabu (28/4).
Lebih lanjut Denny menjelaskan bahwa, Kepala Daerah harus dapat berinovasi dan berkreasi dalam mengelola dan menggali sumber daya daerahnya terutama untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) mereka. Dengan demikian daerah dapat lebih mandiri secara fiskal.
“selain mengeksplore SDA Daerah juga namun harus beri kesempatan untuk SDM maupun Perusahaan Daerah mendapatkan kesempatan yang besar pula,” ujarnya.
Menurut Denny Tewu, ada tujuh hal yang harus diperbaiki untuk mewujudkan pemerintahan daerah yang efektif, ketujuh hal tersebut antara lain, perubahan paradigma pemerintahan dan pembangunan, sinergi antar pemerintahan, pemetaan masalah berbasis data sebagai dasar kebijakan, pembinaan dan pengawasan, sikap lebih adaptif, inofatif, kolaboratif, serta korektif.
“selain itu diperlukan pula reformasi birokrasi menyeluruh dan konsisten dalam implementasi deregulasi kebijakan sesuai UU No. 11/2020 tentang Cipta Kerja, dengan hal tersebut, tinggal dorongan untuk SDM maupun Perusahaan lokal agar dapat lebih berperan dalam berbagai sektor pembangunan di daerahnya,” tegasnya.
Kedepannya Denny meminta Perusahaan daerah harus diberi kesempatan dan berani memanfaatkan dana masyarakat melalui go public.
“bagaima caranya, ya mari semua pihak mendukung dan memberikan kesempatan kepada daerah itu sendiri, agar dapat menjadi pemain, dan bukan hanya follower saja,” tutupnya. (Lian)