FOKUS
Dr. Magit Les Denny Tewu, SE, MM
Jakarta-mediaindonesianews.com: Dampak pandemi covid-19 mempengaruhi seluruh sektor mulai dari ekonomi, sosial dan politik bahkan pendidikan pun terimbas merasakan dampak yang luar biasa. Banyak negara yang memberlakukan social distancing, physical distancing hingga penerapan lockdown, guna memutus rantai penularan covid-19.
Dr. Magit Les Denny Tewu, SE, MM Wakil Rektor II Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta mengatakan bahwa penerapan pembelajaran dengan sistem daring atau online dalam proses belajar mengajar memiliki beberapa kekurangan namun juga memiliki beberapa manfaat bagi para pelajar terutama mahasiswa.
“Kuliah daring memaksa kita untuk lebih aktif dan mandiri dalam hal mencari bahan materi yang sebelumnya telah dosen berikan sekilas. Dimana biasanya kita berharap dosen yang banyak memberikan materi dan penjelasan namun karena keterbatasan beberapa hal memaksa kita untuk mencari tahu tentang sebuah materi baik dari buku maupun aplikasi – aplikasi lainnya. Lebih mandiri juga karena disini kita yang lebih aktif untuk mencari materi. Dosen kan memberi judul dan ya kita yang lebih banyak memperdalam materi cari tau ini itu serba sendiri” ujarnya kepada mediaindonesianews.com, Minggu (17/1)
Lebih lanjut Denny Tewu menjelaskan hal yang begitu besar dampaknya dikarenakan banyak mahasiswa yang berasal dari luar kota biasanya nge-kost dan memakan biaya yang cukup lumayan. Karena kuliah daring ini, mereka dapat pulang ke rumah masing – masing untuk waktu yang cukup lama sehingga tidak perlu membayar uang kost dan catering karena semua sudah ada di rumah, palingan hanya untuk kuota saat kuliah daring.
“dari sisi anggaran tentunya perkuliahan secara dari daring lebih hemat dari berbagai sisi, baik dari sisi mahasiswa dimana mereka tidak perlu datang ke kampus, yang berarti hemat dari sisi transportasi, waktu, dan kebebasan bisa kuliah dari mana saja sepanjang ada jaringan internet. Demikian juga dosen dan gedung kampus yang bisa menghemat dari segi air dan listrik serta berbagai persiapan lainnya yang tentu berkaitan dengan biaya operasional” paparnya.
Menurut Denny, UKI sendiri telah memberikan fasilitas khusus kepada Mahasiswanya dengan memberikan langganan Microsoft office 365 secara gratis dan mereka semua mendapatkan fasilitas one drive hingga 5 Tera Bite per orang.
“Belum lagi berbagai fasilitas yang bisa dimanfaatkan Mahasiswa termasuk perkuliahan dan seminar-2 dengan menggunakan Teams,” ungkapnya.
Untuk itulah kata Denny, menyikapi masalah daring bagi Mahasiswa di tengah pandemic, persiapan kampus digital yang terus berbenah, harusnya UKI sangat siap melayani Mahasiswa secara maksimal, sesuai harapan mereka.
“Berbagai Kebijakan-kebijakan UKI untuk meringankan beban mahasiswanya salah satunya tidak ada kenaikan ongkos biaya kuliah, bahkan berbagai keringanan termasuk memberikan kemudahan pembayaran secara cicilan, hingga mendapatkan beasiswa bagi Mahasiswa yang berprestasi. Sebagai tambahan UKI justru bisa mendapatkan Mahasiswa Baru yang cukup significan bahkan tertinggi selama 12 tahun terakhir bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya dalam situasi normal, jadi kami optimis kedepannya UKI akan menjadi Universitas Favorit di Jakarta bahkan Indonesia,” pungkasnya. (lian)