MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

FOKUS

18 September 2020,    19:54 WIB

UMKM Tulang Punggung Perekonomian Bangsa


Lian

UMKM Tulang Punggung Perekonomian Bangsa

Iim Rusyamsi ST., MM

Jakarta - mediaindonesianews.com: Langkah pemerintah  untuk membantu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah langkah tepat. Apalagi ditengah pandemi Covid-19 ini, mengingat sektor UMKM menjadi salah satu tulang punggung perekonomian. Karena bila dilihat data, bahwa pelaku UMKM ada sekitar 64 juta yang mana mampu menghasilkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 60 persen.  Sementara pelaku UMKM sendiri dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 97 persen, sedangkang para pelaku besar hanya 13 persen saja.

"Jadi jelas bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian bangsa kita dan kalau kita melihat juga yang terbanyak dan terbesar adalah usaha mikro. Usaha mikro mampu menyerap lapangangan kerja 1,7 pelaku tenaga kerja, termasuk tenaga kerja si pelaku usaha mikronya itu sendiri," kata Iim Rusyamsi ST., MM, Ketua Umum Ok-Oce Indonesia, Jumat (18/9) kepada mediaindonesianews.com.

Lebih lanjut Iim Rusyamsi mengatakan, Adanya inistiaf disemua daerah-daerah untuk memberikan sitimulus bagi para pelaku UMKM agar roda perekonomian mereka dapat berjalan sudah sangat baik,

“disatu sisi ada keterbatasan-keterbatasan dari sisi anggaran dan juga sumber daya lainnya, namun, stimulus yang dilakukan adalah pendampingan atau binaan  bagi para pengusaha mikro, kecil, menengah ini dan juga menjadi Of Tecker dari produk dampingan tersebut. Agar menjadi produk-produk yang dihasilkan dapat diserap oleh pemerintah daerah, yang mungkin bisa menjadi kebutuhan kegiatan-kegiatan di pemerintah daerah”, ujarnya.    

Iim Rusyamsi mengatakan, jumlah para pelaku UMKM di Indonesia lebih dari 60 juta orang, dari data ini mungkin pemerintah  membantu semua para pelaku UMKM yang terdampak. Namun, dari total jumlah mencapai 9 juta orang yang dianggarkan mungkin akan naik menjadi 15 juta.

"Stimulus menurut saya sudah bagus dari pemerintah pusat untuk bisa turun ke pemerintah daerah. Namun, memang pemerintah daerahlah yang mengetahui siapa-siapa saja mereka yang terdampak. Kita tahu pemerintah daerah  pun terbatas anggarannya, sehingga  yang paling efektif  adalah melakukan pendampingan  mereka.  Pendampingan bagaimana supaya mereka tetap bisa semangat mempunyai produktifitas yang tinggi  dan juga membantu agar bisa  bertransformasi digital. Lakukan pendampingan yang melekat kepada mereka, hingga mereka paham potensi dipasar internet agar semua ekonomi kerakyatannya berjalan.  dan itu yang kita harapkan. Sekali lagi inilah moment yang tepat untuk pemerintah mendampingi transformasi digital bahwa pelaku usaha didaerah  didampingi. Karena merekalah penyerap lapangan kerja, jadi semakin banyak kita bantu UMKM semakin banyak pula lapangan pekerjaan yang bisa  diserap dan bertahan di pandemi covid 19 ini," paparnya.

Menurut Iim, program  pemulihan yang dilakukan oleh  pemerintah pusat  untuk semua pelaku UMKM di daerah  sangat bagus dan sangat dibutuhkan  oleh para pelaku usaha yang terdampak.  Menurut data  Kementerian Koperasi dan UMKM 47 pelaku usaha mikro  kecil ini terdampak dan sebagian besarnya menutup usahanya.

Iim meminta bagaimana UMKM bisa didorong serta memanfaatkan platform digital.  Karena saat ini, saat yang tepat pindah ke digital transformasi dan ini sudah terbukti di tengah wabah dan pemberlakuan PSBB ini  serba digital  dan UMKM  perlu didampingi.  

“Bagaimana mereka bisa memanfaatkan platform digital tersebut, sehingga  mereka punya pendapatan tambahan dari digital online. Untuk itu bagaimana pemerintah memberikan pendampingan bagi para pelaku UMKM supaya mereka sadar akan transformasi Platform digital, dan memberikan kemudahan  dan menjadikan produk UMKM dapat diserap oleh pemerintah, BUMN  sehingga mereka akan  berpontesi maju," pungkasnya. (LiaN)