FOKUS
Istimewa
Jakarta-Mediaindonesianews.com: Tokoh perempuan Indonesia, Athaya Rumaisha, menekankan pentingnya peran perempuan sebagai agen transformasi dalam mewujudkan perdamaian dunia. Hal ini disampaikannya dalam konferensi internasional bertajuk “Only Peace Conference 2026” yang diselenggarakan secara daring oleh International Women's Peace Group (IWPG) Wilayah Global 1, akhir Februari lalu.
Mengusung tema "Suara Perdamaian: Bagaimana Perempuan Mempertahankan Perdamaian," konferensi ini mempertemukan sekitar 80 pemimpin perempuan dari berbagai negara, termasuk Korea Selatan, Filipina, Nigeria, India, Eswatini, hingga Amerika Serikat.
Athaya Rumaisha, yang menjabat sebagai Ketua Yayasan Lentera Habibi Aceh, menyoroti pengalaman perempuan di Aceh dalam membangun kembali keharmonisan wilayah melalui pendekatan kemanusiaan.
"Perempuan di Aceh adalah agen perdamaian yang memimpin transformasi regional berdasarkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan tanggung jawab," ujar Athaya dalam rilis resmi yang diterima, Sabtu (14/3).
Ia juga menyerukan pentingnya perluasan pendidikan perdamaian bagi kaum perempuan serta kerja sama internasional yang lebih erat guna mempromosikan budaya non-kekerasan yang berkelanjutan.
Senada dengan Athaya, Wakil Presiden Federasi Nasional Klub Wanita Filipina, Erlinda Olivia Tiu, menegaskan bahwa kekerasan bukanlah solusi. “Ketika perempuan di seluruh dunia bersatu sebagai satu kesatuan, perdamaian dapat menjadi hal yang biasa, bukan pengecualian,” tuturnya.
Dalam pidato penutupnya, Direktur Regional Global 1 IWPG, Yeon-kyoung Kang, memberikan apresiasi atas kontribusi para pemimpin perempuan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa IWPG akan secara resmi memaparkan visi dan strategi perdamaian ini kepada komunitas internasional melalui Forum LSM daring pada 17 Maret 2026 mendatang.
Ke depan, IWPG Wilayah Global 1 berencana membawa misi ini ke Sidang ke-70 Komisi PBB tentang Status Perempuan (CSW70). Fokus utama mereka meliputi penguatan kapasitas instruktur perdamaian dan pengembangan jaringan perempuan global yang dimulai dari komunitas lokal hingga tingkat dunia.***