FOKUS
Istimewa
Sukoharjo-Mediaindonesianews.com: Upaya penguatan ekonomi berbasis desa terus diperluas oleh Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo). Setelah memulai Kampung Industri sektor perikanan, kini Asprindo bersiap mengembangkan Kampung Industri kedua yang fokus pada sektor pertanian di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Ketua Umum Asprindo, Jose Rizal, mengatakan pengembangan Kampung Industri pertanian diawali dengan penandatanganan kerja sama bersama empat desa di Sukoharjo, yakni Desa Melur, Beluk, Kedungwaru, dan Banjarsari. Keempat desa tersebut diproyeksikan menjadi embrio pengembangan pertanian berbasis industri dan pemberdayaan masyarakat.
“Project pertama Kampung Industri kami bergerak di sektor perikanan. Untuk tahap kedua ini, kami fokus ke pertanian karena perannya sangat strategis bagi ketahanan dan kemandirian pangan nasional,” ujar Jose kepada awak media, Rabu (18/2)
Penandatanganan kerja sama tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sukoharjo, Sigit Nugroho, yang mewakili Bupati Sukoharjo. Asprindo menegaskan kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar program berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.
Lebih lanjut Jose menjelaskan bahwa, tahap awal pengembangan akan dimulai di Desa Melur, yang Badan Usaha Milik Desanya (BUMDes) telah mengembangkan beras organik tanpa residu bahan kimia. Produk ini diposisikan sebagai “beras sehat” yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar lebih luas. Selanjutnya, konsep serupa akan diperluas ke desa-desa mitra lainnya.
Jose menekankan, sektor pertanian tidak hanya berfungsi sebagai penggerak ekonomi lokal, tetapi juga sebagai fondasi penting dalam mewujudkan swasembada pangan. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya pangan yang melimpah, namun masih bergantung pada impor sejumlah komoditas.
“Melalui Kampung Industri, Asprindo ingin membangun ekosistem pertanian yang kuat, dari hulu ke hilir. Mulai dari peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, pendampingan manajemen, akses permodalan, hingga pemasaran,” jelasnya.
Ke depan, Asprindo juga berencana mengembangkan Kampung Industri di sektor lain, seperti peternakan, kelautan, dan ekonomi kreatif. Setiap wilayah akan diarahkan memiliki produk unggulan berbasis potensi lokal, sehingga tercipta jaringan pertukaran produk dan transaksi ekonomi antar wilayah.
“Target jangka panjang kami adalah membangun Kampung Industri di berbagai daerah di Indonesia, agar ekonomi lokal tumbuh, pasar terserap, dan kesejahteraan masyarakat khususnya petani dapat benar-benar terwujud,” pungkas Jose.***