MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

FOKUS

30 Juli 2025,    20:04 WIB

Krematorium Bebalang Tawarkan Fleksibilitas dalam Tata Upacara


JroBudi

Krematorium Bebalang Tawarkan Fleksibilitas dalam Tata Upacara

istimewa

Bangli-Mediaindonesianews.com: Pelaksanaan upacara pengabenan dan ngelungah (pengabenan untuk bayi) berlangsung lancar di Krematorium Sagraha Madrakantha Santhi, Bebalang, Kabupaten Bangli, pada Senin (28/7). Prosesi tersebut diikuti oleh delapan sawa (jenazah), yang berasal dari berbagai wilayah di Bangli dan Gianyar.

Krematorium Bebalang Tawarkan Fleksibilitas dalam Tata Upacara

Kremasi massal ini dilaksanakan sebagai solusi atas kendala yang kerap muncul di masyarakat, seperti benturan jadwal antara nyadnya Dewa (upacara besar desa adat) dan adanya kematian warga yang mendesak untuk segera diaben.

Ketua Yayasan Krematorium, I Nyoman Karsana, SE, menegaskan bahwa krematorium bukan pengganti tradisi, melainkan solusi alternatif yang sah dan tetap berpijak pada sastra agama.

“Krematorium bukan tujuan, tapi solusi. Ketika desa sedang menggelar upacara besar dan ada warga meninggal, kremasi jadi jalan keluar agar semua berjalan lancar,” ujarnya.

Krematorium Bebalang Tawarkan Fleksibilitas dalam Tata Upacara

Lebih lanjut Karsana menjelaskan bahwa pelayanan krematorium bersifat fleksibel, menyesuaikan dengan adat dan permintaan masing-masing keluarga. Bahkan, beberapa keluarga hanya memilih prosesi mekingsan di Gni (penyerahan jenazah ke api), sedangkan tahapan selanjutnya tetap dilakukan di desa adat mereka.

Prosesi pada hari itu dipimpin oleh sejumlah sulinggih (pendeta Hindu) sesuai pilihan keluarga masing-masing. Upacara berlangsung dengan khidmat dan tertib, diiringi gamelan angklung dan tarian Topeng Sida Karya yang memperkuat nuansa sakral pengembalian unsur Panca Mahabhuta ke alam.

Salah satu keluarga duka, Dr. I Gusti Made Widya Sena dari Lingkungan Tegal Tugu, Gianyar, mengaku puas dengan proses kremasi yang berlangsung cepat namun tetap mengikuti pakem agama Hindu.

“Upacara ini berjalan sesuai atiwa-tiwa dalam sastra agama. Pelaksanaannya efisien, efektif, dan tidak menyimpang dari adat,” katanya.

Hal serupa disampaikan oleh Ni Putu Nova Yanti, warga Dusun Penaga Landih, Tembuku, yang merasa lega telah melunasi kewajiban Pitra Rna melalui kremasi.

“Saya senang karena dudonan (rangkaian prosesi) di sini sesuai dengan sastra. Pelaksanaannya tertata dan khidmat,” ungkapnya kepada wartawan.

Pelaksanaan upacara juga mendapat arahan langsung dari Ida Ratu Shri Begawan Putra Natha Bangli Anom Pemayun dari Kedatuan Agung Alang Sanja, yang merupakan pemucuk spiritual di krematorium tersebut.

Krematorium Bebalang semakin menunjukkan perannya sebagai alternatif sah dalam pelaksanaan upacara pengabenan, terutama ketika umat dihadapkan dengan kendala adat dan waktu. Pihak pengelola berharap kehadiran fasilitas ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat tanpa mengurangi makna religius dan budaya dalam setiap prosesi. (JroBudi)