MEDIA INDONESIA NEWS
Opini
Olah Raga
Hiburan
Media Indonesia News Pilar Negara Dalam Mencegah dan Memberantas Korupsi, Sinergis Bersama Penegak Hukum

FOKUS

10 Juli 2025,    23:57 WIB

Lukisan Toleransi Karya Ki Gamblang Hiasi Masjid Istiqlal


Tim Red

Lukisan Toleransi Karya Ki Gamblang Hiasi Masjid Istiqlal

Istimewa

Jakarta-Mediaindonesianews.com; Nama Ki Fathur Gamblang, atau yang akrab disapa Ki Gamblang, kembali mencuri perhatian publik setelah karya lukisnya yang menggambarkan Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, secara resmi dipasang di Masjid Istiqlal, Jakarta. Karya ini bukan sekadar mahakarya seni rupa, tetapi juga simbol kuat toleransi dan perdamaian antarumat beragama yang menjadi nilai luhur bangsa Indonesia.

Lukisan tersebut dikerjakan hanya dalam waktu tiga minggu, namun melalui proses yang mendalam dan penuh riset visual. Meski menggunakan referensi foto, Ki Gamblang menegaskan bahwa "jiwa" dari tokoh menjadi hal utama yang ingin ia tangkap dalam tiap goresan.

“Kalau hanya membuat gambar tiga dimensi, itu ada teorinya dan relatif mudah. Tapi bagaimana memunculkan rasa dan pancaran dari dalam tokoh, itu yang berat,” ungkapnya.

Awalnya, lukisan ini dirancang oleh Pak Ake Arif, sahabat lama sekaligus kolektor utama karya Ki Gamblang, untuk dikirim ke Vatikan. Namun atas pertimbangan Menteri Agama RI, lukisan akhirnya dipasang di Masjid Istiqlal agar bisa dinikmati dan dimaknai lebih luas oleh masyarakat Indonesia.

Aura Spiritualitas dalam Goresan Kuas

Dalam lukisan, Ki Gamblang menambahkan aura cahaya di belakang kedua tokoh sebagai simbol spiritualitas. Ia menyebut senyum tipis Paus Fransiskus sebagai bagian paling emosional dari lukisan, yang menggambarkan keteduhan jiwa dan kebesaran hati.

“Senyum Paus itu bukan hanya keteduhan luar, tapi juga inner beauty yang terasa. Begitu pula dengan Pak Nasaruddin—sangat terlihat ketulusan kasih dan hormatnya,” jelasnya.

Tak heran, Prof. Nasaruddin sendiri menyebut karya ini sebagai “lukisan toleransi termahal di dunia”, apalagi tak lama setelah lukisan rampung, Paus Fransiskus wafat—meninggalkan jejak hubungan batin yang mendalam antara dua tokoh tersebut.

Karya Mendunia dan Rekor MURI

Ki Gamblang bukan nama asing di dunia seni rupa internasional. Ia pernah melukis Presiden Barack Obama pada 2011 dan Joe Biden pada 2020. Karya tentang Obama dan Kamala Harris bahkan dikoleksi resmi oleh Gedung Putih dan Dallas Museum of Arts. Hingga kini, delapan lukisannya tersimpan di museum tersebut.

Salah satu karyanya yang monumental adalah “Banjaran Prima”, lukisan sepanjang 17 meter yang terdiri dari sepuluh kanvas tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai lukisan terpanjang. Narasi pewayangan tersebut ia rangkai dalam gaya visual kontemporer, sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Indonesia.

Dalang, Pelukis, dan Penjaga Nilai Toleransi

Selain pelukis, Ki Gamblang juga seorang dalang. Ia mengaku “nyantri” kepada sejumlah maestro seperti Ki Enthus Susmono, Ki Manteb Sudarsono, dan Ki Purbo Asmoro. Dalam karya-karyanya, ia sering menggabungkan seni rupa modern dengan unsur budaya tradisional seperti wayang.

“Saya ingin membuat wayang bisa dinikmati siapa saja. Maka saya aplikasikan tokoh-tokoh besar ke dalam bentuk wayang dengan wajah mereka,” ungkapnya.

Kolaborasi dengan Pak Ake Arif juga menjadi bagian penting dalam proses kreatifnya. Selama 15 tahun terakhir, Pak Ake telah mengoleksi lebih dari 100 lukisan karya Ki Gamblang. Hubungan keduanya bukan hanya soal seni, tetapi juga tentang visi bersama dalam menyuarakan nilai-nilai luhur.

Ki Gamblang sering melukis tempat ibadah lintas agama—gereja, klenteng, wihara—dalam satu frame. Ia meyakini bahwa toleransi bukan sekadar wacana, tetapi praktik nyata yang bisa diwujudkan dalam seni.

“Saya berharap, melalui lukisan ini, masyarakat bisa melihat bahwa toleransi adalah fondasi bangsa. Dua tokoh dalam lukisan ini telah menunjukkan bahwa beda keyakinan bukan penghalang untuk saling menghormati dan mencintai perdamaian,” tutupnya.